Skip to content

Budaya Batik Indonesia, Budaya Kalangan Muda

by pada 12 September 2013
(team2art.wordpress.com)

(team2art.wordpress.com)

Oleh Hilda Ilhamil Arofah

Kebudayaan Indonesia merupakan ciri khas tersendiri dalam kekayaan kita, sudah seharusnya dijaga kalangan muda Indonesia. Tentu sekaligus melestarikan dengan terus mempromosikannya..

Banyak kebudayaan Indonesia yang saat ini semakin terangkat namanya, setelah sekian lama hanya dikenal di daerah tertentu saja. Seperti Reog Ponorogo, kebudayaan yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, ini makin dikenal karena Malaysia mengaku-aku kalau Reog berasal dari negerinya.

Budaya Indonesia lain yang namanya juga harus diangkat adalah budaya berbusana batik. Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: amba yang bermakna menulis dan titik (sumber: Wikipedia), sehingga batik merupakan salah satu cara pembuatan bahan pakaian, Busana batik saat ini begitu diminati orang, sampai kalangan muda pun tak mau ketinggalan ikut memakai batik.

Sejak UNESCO menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, banyak masyarakat Indonesia  yang tidak lagi ragu memakai batik dalam setiap acara, bahkan hampir di semua kantor menetapkan hari Jumat untuk berseragam batik. Tidak hanya di kantor, di perguruan tinggi pun tak jarang mahasiswanya mengenakan batik untuk kegiatan belajar. Anak muda sekarang sudah menganggap batik menjadi tren dalam berbusana. Efek seperti itu tentu positif bagi Indonesia, karena dengan begitu kalangan muda telah turut berpartisipasi melestarikan budaya Indonesia.

Salah satu sarana bagi kalangan muda Indonesia dalam mengenal budaya batik, dapat berkunjung ke Museum Tekstil yang berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebagai lembaga edukatif kultural yang mempunyai misi dalam melestarikan budaya tekstil tradisional Indonesia, salah satu isi museumnya termasuk batik.

Berbagai kegiatan telah dilakukan Museum Tekstil dalam rangka publikasi maupun bukan publikasi, salah satunya pelatihan membatik untuk batik tulis dan batik cap, warna alam serta jumputan. Di sini para pengunjung bisa ikut, karena pengajar maupun alat-alat yang digunakan telah disediakan.

Dari Museum Tekstil yang penuh ilmu mengenai batik-membatik, tentu kita menginginkan juga batik –berupa pakaian dan aksesori lainnya– siap pakai. Karena batik sudah menjadi tren –termasuk kalangan muda– banyak toko, mall, bahkan pusat grosir menyediakan dengan model yang makin bervariasi. Tak jarang terdapat lokasi khusus untuk para penjual pakaian batik, salah satunya di Pusat Grosir Cililitan (PGC). 

Pusat Grosir yang terletak di  Kramat Jati, Jakarta Timur, ini menyediakan berbagai macam pakaian batik. Begitu berada di lantai 2 PGC, kita langsung mendapati tulisan ‘Galeri Batik.’ Lokasi ini memang sengaja disediakan pengelola untuk para penjual pakaian batik, hampir semua toko yang berada di lantai 2 ini berisi  macam-macam pakaian batik wanita, pria, bahkan juga anak-anak. Tak heran jika lokasi ini diberi nama Galeri Batik.

Harga untuk pakaian batik di sini bisa dibilang terjangkau, dengan kualitas barang yang bisa disesuaikan dengan keinginan kita di setiap tokonya. Para penjual mengambil langsung batiknya dari daerah asalnya, seperti pengakuan pemilik toko “Asiyah”, yang mengambil dari Pekalongan. Menurutnya Galeri Batik ini dibuat 2010, namun baru ramai pada April 2011.

“Kalau bukan pedagang batik, sebenarnya tidak boleh berjualan di lantai 2 ini. Soalnya pengelola menginginkan satu lantai ini hanya berisi batik,” kata pemilik toko tersebut.

“Sekarang sudah biasa, kalau tiap hari memakai batik. Dulu batik hanya digunakan untuk menghadiri acara pernikahan saja. Malah sekarang batik untuk anak muda banyak variasinya, tidak heran kalau kalangan anak muda pun jadi ikut suka,” ungkap Herti, seorang mahasiswi yang sering berbatik ria saat kuliah, menanggapi.

Memang banyak kalangan muda yang tertarik dengan batik, namun ada juga yang masih enggan menggunakan batik dalam aktifitasnya. Akan tetapi kalau hanya dijadikan tren yang boleh jadi musiman, lama kelamaan akan memudar tanpa dikenal banyak orang. Keadaan ini cukup mengkhawatirkan, dan perebutan kebudayaan Indonesia kembali terulang.

Maka bagi kalian kalangan muda yang cinta Indonesia, jangan jadikan batik ini sekadar tren yang menjamur dan tidak bertahan lama. Jadikanlah batik sebagai kecintaan kalian terhadap tanah air, yang harus terus dilestarikan sebagai salah satu unsur budaya yang membanggakan.

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: