Skip to content

Pendidikan Agama, Fokus Kurikulum 2013

by pada 24 September 2013

Oleh Renaldi Ardiansyah

Direktur Pendidikan Agama Islam Amin Haedari ketika membuka ToT Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI Angkatan II di Makassar, (kemenag.go.id)

Direktur Pendidikan Agama Islam Amin Haedari ketika membuka ToT Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI Angkatan II di Makassar, (kemenag.go.id)

Penambahan jam pelajaran agama dan budi pekerti, dijadikan salah satu fokus utama pada kurikulim 2013. Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, pentingnya pendidikan budi perkerti bagi pelajar untuk pembentukan sikap mereka.

Maraknya kenakalan remaja yang terjadi tahun-tahun belakangan ini mencerminkan kurangnya nilai moral dan pendidikan agama. Sebut saja: seks bebas, geng motor, tawuran pelajar dan narkoba, menjadi hal yang sering muncul di permukaan antar pelajar.

“Ini masalah kenakalan remaja, soal moralitas. Maka, dari sinilah pentingnya pendidikan etika dan moral. Oleh karenanya, di kurikulum 2013 kita tambahkan jam agama dan budi pekerti,” tutur M Nuh.

Dengan bertambahnya porsi pelajaran agama dan budi pekerti ini, diharapkan dapat memperbaiki nilai moral pelajar dan mencetak generasi muda yang memiliki akhlak yang baik. Generasi muda saat ini dinilai sudah pintar, namun nilai budi pekerti juga harus lebih ditanamkan, agar kedua hal ini dapat bersatu dengan baik.

“Orang pintar, saat ini sudah banyak. Tapi, orang pintar yang jujur, baik, dan punya tata krama itu yang kita defisit. Kita ingin punya penerus bangsa yang pintar dan sikapnya maupun sopan santunnya juga bagus. Jika sekolah sudah siap, maka akan dijalankan,” urai Moh.Nuh panjang lebar.

Namun kurikulum 2013 ini terus mendapat pengawasan dari DPR. Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mengetahui kurikulum 2013 menjadi wewenang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi anggota legislatif tetap memiliki tugas pengawasan, terhadap program-program yang termasuk dalam kurikulum 2013.

“Kami harus memastikan, kurikulum 2013 tersebut benar-benar siap sebelum diimplementasikan. Agar anak-anak tidak menjadi kelinci percobaan,” tegas Raihan.

Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat di Berita21.com (http://lipsus.berita21.com/2013/berita-anda/pendidikan-agama-menjadi-fokus-kurikulum-2013.html)

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: