Skip to content

Semua Hal Tentang Bully

by pada 3 Oktober 2013
(www.stand-up-and-stop-bullying-in-south-africa.proudlysa.biz)

(www.stand-up-and-stop-bullying-in-south-africa.proudlysa.biz)

Oleh Cikal Ringgin Pandeduh

Tidak ada satu pun makhluk hidup yang menginginkan adanya kriminalitas seperti kekerasan, intimidasi, pelecehan seksual, penganiayaan, bahkan pemerkosaan. Segala bentuk tindak kriminal tersebut bisa disebut dengan bully. Istilah bully berasal dari Bahasa Inggris yang artinya kekerasan atau intimidasi.

Beragam bentuk bully, baik fisik maupun verbal, bisa saja terjadi. Fisik bisa berupa pemukulan, penganiayaan, pelecehan seksual, pemerkosaan, dan sebagainya. Sedangkan yang tergolong verbal yaitu, penghinaan, diskriminasi, bentakan, pemalakan, dan segala macam bentuk tindakan yang bertujuan mempermalukan atau memojokkan sang korban.

Di Indonesia, berbagai kasus bully tidak asing terdengar di telinga para penggiat media massa. News anchor membacakan melalui media elektronik televisi, penyiar menjelaskan melalui media elektronik radio, dan para wartawan menuliskannya di berbagai surat kabar.

Kita turut prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia, yang mulai kehilangan moral dan iman di hati penduduknya. Terkadang hukum dan pemerintah kurang cepat dan cermat dalam mengamati kasus bully di Indonesia. Akhirnya pelaku dan korban bully terus bertambah, seiring berjalannya waktu. Makin banyak yang jahat, semakin banyak pula yang tertindas.

Barangkali istilah bully mulai terdengar di telinga masyarakat, sekitar beberapa tahun silam. Di mulai dengan munculnya kasus di sekolah, yang dilakukan senior kepada juniornya. Bully di dalam sekolah biasanya dilakukan antar individu, antar kelompok atau geng dan kelompok terhadap individu. Tidak hanya itu, terdapat juga orangtua yang melakukan bully terhadap anaknya. Bahkan kebanyakan di antara kasus tersebut. dilakukan orangtua kandung sendiri.

Belum lama ini tersiar kabar mengenai kasus bully di jejaring sosial, yang biasa dikenal sebagai dunia maya. Walaupun bersyukur tidak pernah menjadi korban, tetapi banyak teman yang terkena. Pelaku biasanya mudah berbicara dengan kata-kata yang kurang pantas, mengolok-olok dengan panggilan yang buruk, menghina dan menyudutkan korban. Entah sebelumnya mereka saling kenal atau tidak, karena semua menyadari “kehidupan” di jejaring sosial sangatlah luas.

Masih banyak di antara kita yang kurang paham dengan motif para pem-bully, tapi paling tidak moral dan keimananlah yang menjadi penyebab. Tidak sedikit korban mendapatkan dampak timbulnya rasa minder, tertekan, atau depresi, bahkan bunuh diri, karena merasa dirinya telah dipermalukan. Semoga aparat hukum dan pemerintah dapat bekerjasama, demi menuntaskan kasus melalui tangan hukum yang seadil-adilnya.

Untuk para korban, semoga mampu membuka lembar baru. Agar tidak terus menerus mengingat kejadian yang menimpanya. Mereka juga harus berani mengungkapkan yang dirasakan, tanpa rasa takut dan cemas. Mulailah membuat tulisan untuk data pribadi, yang akan bantu meringankan beban yang selama ini mereka pendam sendiri.

Semoga tidak ada lagi kasus-kasus demikian. Mari tegaskan, Stop Cyberbully!

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: