Skip to content

Mengenal Arti Hijab

by pada 10 Oktober 2013

Jilbab-MuadzOleh Muadz

Siapa yang tidak tahu hijab? Sekarang ini hijab sedang trend di kalangan wanita muslim. Banyak hijabers yang kita lihat dengan variasinya, namun benarkah telah memenuhi syariat hukum Islam?

Hijab berasal dari bahasa Arab yang berarti penghalang. Kata yang sering merujuk kepada kerudung wanita muslim, atau lebih dikenal dengan jilbab. Namun dalam ilmu islam, hijab lebih mengacu kepada tata cara berpakaian sesuai dengan syariat Islam.

Bagi wanita muslim, memakai hijab menjadi kewajiban yang harus ditaati. Tidak sebatas berkerudung atau ber-jilbab, melainkan menyempurnakan keduanya. Mengapa demikian?

Sekarang ini hijab sudah terkenal di masyarakat umum, yang sudah dibumbui glamour-nya dunia fesyen. Beragam bentuk beredar, ada yang dihiasi perhiasan sampai menyerupai punuk unta dengan tonjolan di belakang kepala.

Rasulullah SAW bersabda, “Kepala-kepala mereka seperti punuk onta (adanya hiasan pada rambut/hijab mereka, seperti sanggul, pita, dan pernak-pernik lainya), karenanya mereka tidak akan masuk surga, bahkan mereka tidak akan mendapati bau surga, padahal bau surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian” (H.R Muslim).

Kenali Secara Syar’i

Terlepas dari jilbab fesyen yang tidak syar’i, banyak muslimah ber-hijab yang masih mengumbar auratnya secara tidak langsung. Jilbab hakikatnya adalah kain panjang yang menutupi aurat wanita, mungkin sebagian wanita muslim belum tahu atau bahkan mengacuhkannya. Padahal jilbab semestinya melindungi penampilan wanita dari lekukan dan tonjolan –yang dapat memancing syahwat– seperti pada bagian leher, dada, pinggul, hingga kaki.

Wanita yang ber-hijab tetapi masih memperlihatkan auratnya, sama saja seperti wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Golongan inilah kelak yang akan dilaknat, seperti diriwayatkan dalam Hadits Imam Ahmad, “Pada akhir ummatku nanti akan muncul kaum wanita yang menaiki pelana seperti layaknya kaum laki-laki, mereka turun ke masjid-masjid, wanita-wanita mereka berpakaian tetapi laksana telanjang.”

Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan kewajiban dan tata cara ber-hijab yang benar. Pada surat Al-Ahzab ayat 59 dikatakan, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sempurnakanlah Hijabmu

Lantas apakah kamu akan berdiam diri? Bagaimana caranya agar hijab kamu sempurna dan sesuai syariat Islam? Menurut salah satu ulama ahli hadits, Muhammad Nashiruddin Al Albany, kriteria jilbab yang benar hendaknya menutup seluruh badan kecuali wajah dan dua telapak tangan.

Jilbab bukan perhiasan, tidak tipis, bahan tidak tembus pandang, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau wanita-wanita kafir dan bukan untuk mencari popularitas diri. Bagi wanita muslim yang sudah ber-hijab, akan lebih baik lagi jika memenuhi semua standar syariat Islam.

Bagaimana untuk wanita muslim yang belum ber-hijab? Atau lebih memilih meng-hijab-kan hati saja? Jaga hati memang tidak ada salahnya, tetapi sikap begini hanya berlaku untuk sesama manusia. Benarkah sanubarimu melakukan kebaikan hati semata lantaran keikhlasan, bukan karena keinginan disanjung? Hanya Allah SWT yang bisa menilai ketulusanmu tanpa kepura-puraan. Bagaimana pula dengan kewajiban syariat, apakah kamu masih belum siap ber-hijab juga?

Ah, masih banyak, kok, wanita yang mengaku Islam tapi belum berhijab.. Think about yourself dear, janganlah engkau melihat mereka yang lebih rendah darimu. Lihatlah, siapa yang lebih tinggi derajatnya di sisi-Nya. Dengan begitu kamu akan termotivasi menjadi insan lebih baik.

Innamal a’malu bin niat. Sesungguhnya dirimu akan siap pada waktunya, jika ada niat dan kemauan. Cepat atau lambat kematian akan menjemputmu, tanpa menunggu kesiapan dirimu ber-hijab. Maka, siapkanlah hijab dan amalmu, sampai ajalmu tiba.

Begitulah arti hijab yang sesungguhnya. Jadi, bersegeralah!

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: