Skip to content

Lunturnya Kepercayaan Rakyat

by pada 17 Oktober 2013
(infokorupsi.com)

(infokorupsi.com)

Oleh Cempakasari Monika

Setelah kasus yang melibatkan Ketua BP Migas, sekarang giliran Ketua MK yang tersandung kasus korupsi. Apakah yang salah dari sistem kepemimpinan di Indonesia? Tidak bisakah rakyat banyak memberi kepercayaan kepada para pemimpin bangsa?

Belum lama ini Ketua MK yang baru saja disumpah agar menjadi pemimpin lembaga terhormat itu, malah jatuh ke dalam kasus korupsi. Akil Mochtar tertangkap basah oleh KPK saat sedang melakukan transaksi suap. Kasus Akil ini menoreh kecewa bagi banyak kalangan, khususnya masyarakat.

Melalui survey di tahun-tahun sebelumnya kepercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi cukup baik dan di atas lembaga-lembaga lain, seperti lembaga politik atau kepolisian. Namun masyarakat dikagetkan dengan kasus Akil, yang membuat mereka makin tak percaya dengan lembaga pemerintah di Indonesia.

Dalam sidang kehormatan MK lalu dikatakan, Akil banyak meloloskan beberapa kasus Pemilukada, seperti yang melibatkan Atut Choisyah, Gubernur Banten terpilih. Dalam kasus lain, dugaan istrinya terlibat pencucian uang yang dilakukan di perusahaan pribadinya yang berinisial RS.

Seperti dikatakan KPK, banyaknya aliran dana yang mencurigakan di perusahaan masih terus diselidiki dengan mencari saksi penting. Salah satunya, supir Akil yang menghilang dan mangkir dari panggilan menjadi saksi.

Daryono diketahui sebagai supir yang mulai dekat dengan Akil sejak mencalonkan diri menjadi Ketua MK. Daryono juga diketahui sebagai salah satu pemimpin CV RS, milik Akil yang terlibat kasus. Bukan hanya itu, Daryono juga menjadi nama pemilik mobil Mercy S 350, yang tidak lain milik Akil.

Selain kasus korupi, Akil juga terlibat kasus dugaan kepemilikan Narkotika. Ditemukan 3 linting ganja dan 2 pil di ruang kerja Akil, saat penggeledahan dilakukan KPK. Meski tes urine yang dilakukan Akil negatif, tetapi  BNN ingin melakukan uji sample DNA untuk kasus ini.

Apa yang salah dengan negara –yang katanya– berlandaskan demokrasi, yang pemimpinnya dipilih dari, oleh dan untuk rakyat ini? Bukankah slogan itu menyatakan, pemimpin bangsa ini dipilih rakyat untuk mengemban tugas mulia, berdedikasi, melakukan tugas sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat luas?

Namun ironisnya, malah pemimpin yang mencoreng kehormatan dan mengecewakan kepercayaan dari rakyat dan menjadikannya sebagai keuntungan pribadi.

Setelah kasus impor daging yang melibatkan wanita-wanita cantik, lalu simulator SIM yang mencoreng nama baik Kepolisian, disusul BP Migas dan sekarang Mahkamah Konstitusi, seperti tidak mau ketinggalan, Semua kasus ini makin membuat rakyat jengah dengan tindakan para pemimpin bangsa.

Sungguh kasihan KPK, karena dengan selalu munculnya kasus baru maka kasus-kasus lama –seperti Century, Hambalang, dan lainnya menjadi hilang. Tidak adanya kejelasan kasus-kasus terdahulu pun, telah  membuat masyarakat geram dengan pemimpin  bangsa yang tidak menjalankan tugasnya sebagai pemimpin yang dipilih rakyat.

Apa yang salah? Kasus korupsi yang tidak ada habisnya atau KPK yang terlampau lamban dalam memgungkap kasus korupsi?

Ataukah rakyat yang terlalu memberi kepercayaan dan kehormatan dengan fasilitas yang nyaman untuk para pemimpin negeri ini?

Apapun kendala dan alasannya sudah sepatutnya negara ini sadar, khususnya untuk para pemimpin yang rentan terjebak dalam kasus korupsi. Mereka dipilih utuk membela hak, mempertahankan kebaikan untuk masyarakat luas dan tidak serakah dengan krkuasaan dan materi.

Seharusnya makin banyak pemimpin yang sadar dan mencontoh tindak kepemimpinan yang seharusnya. Rakyat pun masih berharap dan yakin, masih banyak pemimpin bersih yang mau memperjuangkan hak mereka dan menjalankan tugas merea dengan seharusnya.

Tapi, kapan?

From → Feature

2 Komentar
  1. Jokwi for presiden 2014!
    Moga waktu itu tak kan lama.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Lunturnya Kepercayaan Rakyat | cempakasarimonica

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: