Skip to content

Nama Tanpa Pesan

by pada 27 Oktober 2013
(muharramspace.blogspot.com)

(muharramspace.blogspot.com)

Oleh Elfiana Fitriah

Di Balik Namaku

Ibu,
sembilan bulan lamanya aku tinggal di rahimmu,
sembilan bulan lamanya kau menjagaku,
sembilan bulan jugalah kau mempertahankanku,

 Waktu demi waktu,
aku melewati kebahagiaan di dalam kandunganmu.
Disapa olehmu,
disapa oleh Ayah,
bahkan disapa pula oleh mereka,

Tapi, kenapa saat detik-detik itu,
aku harus terlahir hanya bersama Ibu,
tanpa satu orang pun yang tahu?
Apakah ini semua sudah diatur olehmu, Tuhan?

 Ayah,
di mana kah engkau berada?
Tidakkah dirimu merasakan hal serupa dengan ibu?

Enam jam lamanya,
menahan rasa sakit saat melahirkanku,
mempertaruhkan nyawa demi keselamatanku,
sampai aku keluar dari rahimmu,
ayah tidak mucul juga!
Ada apa denganmu Ayah?

Satria Tegar Saputra,
nama yang bagus buatku.
Terima kasih ibu,
engkau telah memberiku nama yang gagah,

Sosok itulah yang diinginkan dari ibuku,
tampan, pintar, mandiri,dan berakhlak mulia,
Tidak seperti ayahku,
yang sampai saat ini entah kemana ia hilang,

Semoga kelak nanti,
aku dapat menjagamu ibu,
seperti kau menjagaku,
saat aku tinggal di rahimmu.

Tanpa Pesan Terakhir Darimu

(dunia.news.viva.co.id)

(dunia.news.viva.co.id)

Dahulu,
kau menemaniku,
kau memanjakanku,
kau pulalah yang selalu membanggakanku,

Menjalani kehidupan bersama-sama,
merasakan jatuh bangunnya kehidupan,
cacian, hinaan, olok-olokkan, cibiran,
selalu sama-sama kita rasakan,

Kini,
di mana kah rasa itu?
Hilang begitu saja!
Di mana kah janjimu,
yang selalu kau ucap waktu demi waktu?

Akan membahagiakanku,
akan menemaniku,
bahkan akan mendampingiku,
sampai waktu indah itu tiba,

Sepasang cincin itulah janjimu,
sepasang cincin indah,
indah menghiasi jari manisku,

Anganku semakin melayang,
ketika aku selalu melihat sepasang kekasih memakai cincin itu,
Kenapa harus mereka?
Kenapa tidak aku?

Di mana kau yang dulu?
Aku menunggumu, sampai waktu indah itu tiba!

Tapi,
apakah yang kau lakukan di belakangku?
Dengan ketidakjujuranmu,
kau pergi begitu saja,

Tega..
Tega..
Tega..
Kau menghilang, tanpa pesan terakhir darimu..

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: