Skip to content

Sang Maestro Pencakar Langit

by pada 7 November 2013

burj khalifaOleh Murniatun

Menjulang tinggi, berusaha menggapai langit biru. Merajai beribu bangunan bertingkat karya manusia di tanah bumi. Mengantarkan keinginan setiap manusia. Menatap dunia lebih luas di puncaknya. Itulah karya pencapaian mimpi Adrian Smith, Burj Khalifa.

Council of Tall Buildings and Urban Habitat (CTBU) telah menobatkan menara setinggi 828 meter yang resmi dibuka 4 Januari 2010 ini, sebagai gedung tertinggi di dunia. Bagai magnet penarik wisatawan asing, gedung yang berdiri kokoh di kawasan urban kota Dubai ini menampilkan kemegahan tiada tanding.

Di balik kokohnya bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal, perkantoran dan hotel ini, tak dipungkiri campur tangan arsitektur ternama dunia dalam kemewahan Burj Khalifa. Dialah Adrian Smith, pria yang semasa kanak-kanak suka membangun kerajaan dari pasir.

Dia bukan anak seorang kontraktor ataupun arsitek. ayahnya hanya anggota Dewan Kota yang memiliki toko pakaian di California. Semasa SMA, Adrian memiliki kemampuan lebih di bidang matematika dan geometri. Sadar akan kemampuan yang dimiliki pria kelahiran 19 Agustus 1944 ini, sang ibu menyuruhnya untuk melanjutkan kuliah di bidang arsitektur.

Tahun 1962 ia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Universitas Texas A&M. Tak sampai selesai menyelesaikan studinya, Adrian sudah bekerja di Biro Arsitektur bernama Skidmore, Owings and Merrill (SOM) sebagai pegawai magang. Ia lulus 1969 dan memperoleh sarjana arsitektur dari Universitas Illinois Chicago.

Perjalanan Adrian bergabung dengan SOM, berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, ia berada di gudang grosir garmen di kawasan Los Angeles bersama ayahnya. Sambil memilih baju untuk dijual, ayahnya berbincang dengan seorang akuntan. Tak disangka, temannya berbincang merupakan mertua seorang arsitek berkebangasaan Kolombia, Bruce Jhon Graham.

Dari pertemuan yang tak direncanakan itu, ayahnya menghubungi Graham untuk memasukkan anaknya. Sayangnya saat itu kantornya tidak membutuhkan pegawai, baru setahun kemudian Adrian Smith bergabung dengan SOM. Tugas pertamanya mengerjakan pembangunan John Hancook Center di Chicago, langsung bersama Bruce Graham.

Banyak yang ia pelajari dari para seniornya di sana, salah satunya Frank Lloya Wright yang membuka pikirannya tentang dunia arsitektur. Juga Bruce Graham, yang mengajarkan pentingnya proporsi kepada Adrian.

Selama empat puluh tahun ia mengabdi pada Biro Arsitektur tersebut, yang telah membesarkan namanya di kancah internasional. Setelahnya, pada 2006, ia membuka perusahaan kontraktor bersama Gordon Gill, teman seprofesinya.  Melalui AA +  GG (Adrian Smith + Gordon Gill), Adrian mempunyai visi desain performa tinggi, hemat energi, dan arsitektur berkelas di skala internasional.

Lima tahun kemudian, Adrian Smith menerima “Lifetime Achievement Award” dari CTBU. Selain Burj Khalifa, rancangan Zifeng Tower di negara Tirai Bambu yang juga dibuatnya, ikut masuk dalam sepuluh besar gedung tertinggi di dunia.

Untuk prestasinya, sejumlah penghargaan nasional maupun internasional diraihnya atas rancangan puluhan bangunan bertingkat di berbagai negara. Karena itu, seluruh karya fenomenalnya –termasuk saat menjadi arsitek di SOM– ditampilkan di berbagai museum di Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. 

Tak puas dengan hasil yang telah diraih, kini ia mengerjakan pembangunan gedung yang lebih tinggi lagi dari Burj Khalifa. Menara bertingkat 156 lantai setinggi 1.000 meter yang diberi nama Kingdom Tower ini, akan didirikan di kota Jeddah, Arab Saudi.

Berbagai keberhasilan ini berasal kalimat sederhana –diperoleh Adrian ketika datang ke Chicago untuk menyelesaikan kuliah– yang menjadi motivasi hidupnya, “Manusia dapat membuat gunungnya sendiri lewat bangunan. Aku ingin menjadi bagian dari itu.”

Begitulah dan telah pula dibuktikannya..

From → Feature

One Comment
  1. Setiap mendengar Burj maka saya otomatif mengingat Tom Cruise dalam MI4. Ghost protocol…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: