Skip to content

Pelajaran Bersimpuh

by pada 10 November 2013

Oleh Christina Ambarita

Pelajaran di Hari Minggu

pelajaran di hari minggu
Aku tak habis pikir
empatiku bergejolak
seulas raut lelah terukir
bersama gugusan koran terserak
bapak paruh baya
pun aku iba tak berdaya

Kala itu ufuk telah menjadi terik
ia mulai berkutat dengan rupiahnya
syukurlah, ada beberapa helai
tetiba emosiku tertarik
bola mataku mengikuti gerak jemarinya
tiga lembar duaribuan!
seketika membuatku lunglai

simpuh pada bapakSimpuhku pada Bapak

Aku punya cerita
tentang aku dan Bapak..

Bapak selalu bangun pagi
pulang pun larut malam
heranku pada sang hari
begitu cepat waktu semalam

Aku dan Bapak duduk bersama
sekadar mengobrol melepas penat
di dalamnya terisi cerita yang belum sirna
tentang dia dan duka yang gawat

Selama ini batinku tidak mengacuhkanmu
sekarang, baru tersadar tentang gumul berat si Bapak
Pak, biarkan kali ini aku mengaku
nyatanya, sibukku membuat acuh dan pekaku tak nampak

Maafkan anak gadismu ini, Pak…
bantu aku
kini, airmataku tertahan
tolong ingatkan aku, Pak…
melantunkan nama Bapak dan juga Ibu
kepada Tuhan
adalah doa wajibku

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: