Skip to content

Nilai Lebih Reportase Investigasi

by pada 30 November 2013
(maharprastowo.com)

(maharprastowo.com)

Oleh: Cempakasari Monica

Apa yang membedakan reportase biasa dan reportase investigasi? Apa yang membuat kata reportase investigasi, lebih memiliki makna mendalam daripada reportase biasa?

Seperti ramai dibicarakan, reportase adalah bagian dari produk pers yang lebih bernilai. Sementara nilai produk tersebut menjadi bagian dari pemenuhan terhadap fungsi pers. Yakni, sebagai sarana informasi publik, edukasi, hiburan dan kontrol sosial.

Reportase berupaya memenuhi keempat fungsi di atas. Karena itu, tingkat kesulitannya mungkin bisa dibilang berat, lantaran terlampau banyak hambatan yang dihadapi wartawan dalam mencari, mengumpulkan dan mengolah fakta ke dalam sebuah tulisan.

Yang membedakan reportase dengan Karya Jurnalistik lainnya adalah pembahasan atas fakta dilakukan secara mendalam, sehingga pembaca tidak perlu bertanya lagi karena telah tuntas dijabarkan.

Untuk itulah, dalam pencarian dan pengumpulan beberapa fakta yang belum ‘terang’ pada reportase investigasi dilakukan melalui penyelidikan. Selain harus memenuhi 5W+1H, informasi yang dikumpulkan juga harus sedetail-detailnya. Terlebih jika tulisan ini memiliki dampak yang luas untuk masyarakat, jika tidak begitu, tulisan tersebut tidak bisa disebut sebagai reportase investigasi.

Karena harus ditulis dengan rinci, maka reportase membutuhkan banyak narasumber atau informasi yang terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya:

  1. Anonim:  narasumber yang menggunakan inisial atau sumber yang tidak ingin diketahui pembaca. Jadi dapat dikatakan, informasi yang dicari berupa rahasia yang hanya diketahui beberapa orang atau kelompok tertentu. Narasumber yang memberi informasi pun harus dirahasiakan, karena biasanya dapat menjadi saksi penting atas informasi tersebut.
  2. Off the record: informasi yang sama sekali tidak diketahui oleh masyarakat, biasanya mengenai hal-hal tertentu yang ditutupi dari publik untuk kepentingan orang/kelompok tertentu.
  3. Insided informan: narasumber yang mengetahui persis detail masalah yang ingin diungkap. Misalnya kita membutuhkan keterangan/pendapat dari orang yang terlibat dalam permasalahan tersebut.

Lalu, mengapa reportase investigasi dikatakan berat? Mungkin karena dalam proses pembuatannya menemui banyak kendala, misalnya:

  1. Sangat kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk membuat reportase investigasi. Mungkin banyak wartawan yang pandai meliput dan menulis, namun sangat sedikit yang memiliki jaringan narasumber sesuai kebutuhan. Juga hanya sedikit wartawan yang gigih untuk mendalami kandungan fakta dalam informasi tersebut, selain membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengumpulkannya.
  2. Memerlukan biaya yang mahal. Karena wartawan memerlukan informan yang banyak untuk melengkapi reportase tersebut, jadi sudah pasti sangat banyak biaya yang diperlukan dalam pembuatan reportase ini.
  3. Membutuhkan upaya yang besar. Seperti kita tahu dalam mengungkapkan fakta atas sesuatu yang disembunyikan (termasuk topik yang buruk) pasti tidak mudah. Sang wartawan bukan hanya mengalami hambatan dari dirinya yang putus asa dalam menghadapi narasumber yang tidak mau ikut terlibat, tetapi wartawan juga berhadapan dengan kuasa orang-orang besar yang memang terlibat dalam kasus tersebut. Hampir dapat dipastikan, sogokan maupun ancaman harus dihadapi nantinya dari mereka.

Apa manfaat reportase investigasi, padahal untuk membuatnya wartawan menghadapi banyak kendala? Kita kembali diingatkan pada fungsi pers sebagai kontrol sosial, untuk mencegah kerusakan sosial yang lebih besar akibat kasus-kasus tersebut. Kini juga demi mengembalikan kepercayaan masyarakat pada pemerintah, melalui transparansi berbagai kasus yang dianggap menyimpang.

Dan manfaat terakhir adalah peningkatan kualitas diri sang wartawan maupun media yang memuatnya, karena reprtase investigasi akan melambungkan namanya dan memberikan tempat yang lebih tinggi di antara jajaran media dan wartawan yang menjamjur di negeri ini.

Anda tertarik membuat reportase investigasi? Cobalah..

From → Feature

One Comment
  1. Dian Kurnia permalink

    Izin copy-paste, Mbak! :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: