Skip to content

Mencipta Kenyamanan

by pada 10 Desember 2013
(rosepine.wordpress.com)

(rosepine.wordpress.com)

Oleh Rifka Annisa Islamy

Komentar ini tak asing menggema di telinga, Gak nyaman sama dia, soalnya dia suka bla bla bla…” atau “Gak betah di kelas, habisnya temen-temennya gak bikin nyaman dan bla bla bla…”  Ya, kenyamanan. Hal yang tak terlihat kasat mata, tetapi selalu menjadi perbincangan serius di kalangan setiap orang.

Dari sekian banyak manusia, pastinya beberapa kepala yang menghirup udara di bumi ini kerap kali tak merasa puas dengan kenyamanan di sekitarnya. What’s the meaning? Kurangnya kenyamanan dimaksudkan seperti sering merasa tak ada yang memperhatikan, sependapat, peka dengan keadaannya, dan sebagainya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Kurangnya kenyamanan semata-mata bukan lantaran keadaan sekitar yang tidak cocok dengan kita, melainkan karena diri sendiri lah yang belum bisa memunculkan rasa nyaman dan menerimanya dengan lapang dada. Mengapa?

Karena kenyamanan tak bisa tercipta dengan sendirinya, kecuali kita sendiri yang ingin mengadakannya. Misal, kita tidak menyukai sikap seorang teman, tetapi tak ingin menyampaikan dengan alasan tak ingin menyakitinya sehingga akhirnya dipendam. Nah, itulah yang membuat kita semakin tidak nyaman, akibat perbuatan sendiri yang tak menyelesaikan masalah.

Jika muncul itikad untuk memperbaiki sesuatu, lebih baik dibicarakan dengan kepala dingin. Apalagi jika menyangkut kebaikan yang akan berlanjut, dibandingkan harus dipendam berlarut-larut bukan?

Tak perlu bicara secara frontal di depan umum, jika mungkin dapat menjatuhkan atau membuat si dia malu lantaran kesalahannya. Kita bicarakan secara personal, umpama saat mengunjungi kantin bersama. Atau melalui media yang sudah semakin canggih sekarang, Blackberry Messenger, WhatsApp, Line, Kakao Talk, We Chat, dll. Bahkan bisa melalui pesan singkat atau telepon. Setelah usai dibicarakan dan mencari solusi bersama, beres urusannya bukan?

Tak selamanya kita diberi kesempatan berada di tengah orang yang mau mengerti keadaan, masalah, dan keinginan kita. Karenanya diperlukan pengorbanan untuk menciptakan kenyamanan, agar hubungan selanjutnya dapat terjalin dengan baik.

Bahkan, sesekali kita harus mengalah untuk dapat beradaptasi dengan keadaan sekitar. Dengan cara itulah, rasa nyaman bisa muncul. Tetapi ada juga yang sudah berkali-kali mengalah, tetap belum berhasil?

Rasa lelah untuk mengalah pasti ada. Yang bisa dilakukan mereka hanya memendam, tanpa berani share dengan yang lain. Apakah hal itu akan membantu? Bukannya malah semakin terasa tak nyaman?

Padahal, kenyamanan menjadi penting dalam kehidupan yang wajib kita ciptakan. Salah satu di antaranya, mungkin dengan mengalah dan terpaksa harus memaafkan secara privasi kesalahan orang lain. Mungkin dunia tak adil dengan kita, tetapi Tuhan akan selalu adil terhadap makhluknya.

Jika orang tersebut masih tidak sadar kesalahannya, cara terakhir hanya membiarkan hingga ia merasakan akibatnya. Ibarat karma, sebuah kebaikan yang dibalas kejahatan, dia akan menerima pula kejahatan yang setimpal atau melebihi nantinya.

Bagi kalian yang memiliki sifat seperti ini, sebaiknya cobalah diubah secara perlahan. Karena mungkin posisi saat ini, memang hanya di sekitar orang-orang yang cocok dengan kita. Namun, hidup bagaikan roda yang berputar. Pasti akan ada saja problem yang datang, antara kita dengan lingkungan sekitar dalam bentuk apapun. 

So, everyday we must grow up and change our mindset to get the best like we want! Jangan takut untuk berubah menjadi lebih baik. Tak apa jika berjalan terlambat, dibanding tidak sama sekali. Come on, live must go on! Keep spirit guys!

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: