Skip to content

Menang dan Senang, Walau Tak Dibayar

by pada 12 Desember 2013
download

(koran-sindo.com)

Oleh: Emi Nur Indahsari

Olahraga Rugby memang kurang populer di Tanah Air. Namun, bukan berarti nggak ada anak muda Indonesia yang berprestasi internasional di bidang ini. Ari Yuda Pramono salah satunya.

Teman-teman  kurang mengenal olahraga Rugby? Buat yang belum tahu, Rugby adalah permainan dengan bola sebagai objek utama.

Bola ini dibawa melewati garis gawang musuh dan membantingnya ke tanah, untuk memperoleh nilai. Uniknya, dalam Rugby terdapat kontradiksi. Untuk membawa bola ke depan, sebelumnya bola harus dilempar ke belakang. Bola boleh ditendang ke depan, tapi rekan satu tim dari penendang harus berada di belakang saat ditendang.

Pemenangnya adalah tim yang pemainnya mampu membawa bola dan memanfaatkan lapangan dengan baik. Sekaligus mampu menghindari lawan dan menguasai bola. Tentu saja, semua itu memerlukan kerja sama tim.

Kalau kita suka menonton film, Rugby ini paling seru ditonton karena mengandung kontak fisik antar pemain. Meskipun terjadi kontak fisik saat permainan Rugby, keberadaan wasit sangat dihormati. Kadang begitu sering kontak fisik dengan pemain lawan, sehingga menimbulkan keributan atau malah berkelahi. Untungnya, kebanyakan cuma terjadi di film. Aslinya sih, para pemain tetap bersahabat di luar lapangan.

*******

Walau olahraga ini kurang nge-hits di Indonesia, juga pemainnya yang nggak pernah masuk TV seperti sepak bola, tetap saja masih banyak yang setia pada olahraga ini. Salah satunya Ari Yuda Pramono. Bahkan Ari sudah mencetak banyak prestasi, baik di dalam negeri, maunpun dunia internasional. Misalnya penghargaan Referee of the Year dari Persatuan Rugby Union Indonesia dan pemain back terbaik tahun 2012.

Cowok yang kini masih duduk di semester 5 Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta ini mengaku, awal mula bermain Rugby hanya karena diajak guru olahraganya saat duduk di bangku kelas 2 SMA.

“Begitu main, ternyata asyik banget. Bisa ngandelin fisik dan kecepatan berpikir,” ujarnya, yang biasa disapa Kak Yuda itu.

Meski kini sudah meraih prestasi, perjalanan Kak Yuda di Rugby tak seindah cerita FTV. Dia melewati beberapa kali kegagalan, namun tak membuatnya patah semangat.

“Awalnya gue ikut klub Jakarta Banteng. Latihan selama 6 bulan, terus masuk seleksi tim nasional 2011 tapi masih gagal. Ikut lagi seleksi 2012, lolos tapi masih cadangan. Baru deh 2013, masuk jadi tim inti,” ceritanya.

Tak cuma bergabung, malah Kak Yuda sekarang menjadi kapten Timnas Rugby U-20. Sekaligus sebagai peronil inti dari Timnas Senior, yang punya cap internasional (semacam bukti) karena telah bertanding menghadapi Tim dari Laos, Pakistan, Guam, dan China.

*******

Kemenangan demi kemenangan telah diraih, meski tak pernah diliput media massa. Bahkan, tidak juga diapresiasi besar-besaran oleh pemerintah dan masyarakat. Namun Kak Yuda santai saja, tak menganggapnya sebagai masalah.

“Entah kenapa, gue sudah jatuh cinta sama Rugby. Dari semua cabang olahraga yang pernah gue coba, rasanya lebih comfort di Rugby. Walaupun nggak ada bayaran sepeser pun saat menang, gue nggak pernah kecewa. Karena, toh, gue terlanjur suka banget sama Rugby,” tutur Kak Yuda buka kartu.

Sadar kalau masyarakat tidak terlalu akrab dengan Rugby, Kak Yuda dan teman-temannya di klub Jakarta Banteng mengadakan “Rugby Coaching Clinic” ke sejumlah SMP dan SMA. Kegiatan ini memang ditujukan untuk membuat Rugby lebih dikenal masyarakat Indonesia.

“Jujur saja, Rugby masih perlu dukungan media untuk memperkenalkannya,” harap Kak Yuda. “Selain mengadakan Coaching Clinic, gue juga pengen Rugby masuk kurikulum pelajaran olahraga di sekolah. Toh, ada Rugby yang unik dan bisa dimainkan dengan asyik gitu. Nggak hanya voli, badminton atau sepak bola,” usul Kak Yuda.

Nah, buat teman-teman yang tertarik menjajal Rugby, coba deh datang ke klub Jakarta Banteng. Latihannya tiap Senin pukul 19.00—21.00 WIB, di kawasan Senayan. Minat?

Catatan: Tulisan ini sudah dimuat pada 9 November 2013 di Koran Sindo (http://www.koran-sindo.com/node/343160)

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: