Skip to content

Aku Tak Sanggup ..

by pada 14 Desember 2013
(s363.photobucket.com)

(s363.photobucket.com)

Oleh Vicky Yunita Clara Wati

Pernahkah kalian berpikir, mengapa Tuhan tidak selalu memberikan yang kita inginkan? Benarkah sesuatu yang kita miliki adalah hal yang kita butuhkan? Terpikirkah, sesuatu yang dimiliki mempunyai masa?

Hal itu selalu terpikirkan olehku. Mengapa aku tidak seperti mereka? Mengapa aku tidak sempurna? Aku iri dengan mereka, ingin merasakan kasih sayang seperti yang mereka rasakan, juga ingin bermanja dengannya. Aku ingin seperti mereka, memanggilnya dengan sebutan ‘Ayah’.

Seiring berjalannya waktu, hasrat itu ikut memudar. Aku mulai menyadari, Tuhan memang tidak mengabulkan keinginanku, tapi Ia memberikan sesuatu yang kubutuhkan. Seorang malaikat yang melindungiku melebihi seorang ayah, menjagaku melebihi seorang kakak, dan menyayangiku melebihi seorang adik.

Dia begitu kokoh, tampak tegar meski tahu tak sanggup. Berusaha kuat, meski tidak tahu caranya bertahan. Menunjukkan jalan, meski ia pun tidak mengerti arah yang dituju. Mencoba optimis, meski ia sendiri ragu. Dan berdiri tegak, meski tahu ia pun membutuhkan sandaran.

Dia selalu tahu posisi ia berpijak, dan tahu yang harus dilakukan. Ia mampu berjalan di depan, memberikan contoh terbaik untuk orang yang mengikuti di belakangnya. Ia juga mampu berjalan berdampingan, saling berpegang tangan dan tersenyum layaknya sahabat. Ia pun mampu berjalan di belakang, memberikan perlindungan untuk orang di depannya.

Selama belasan tahun ia berjuang seorang diri untuk hidup kami. Waktu pun terus berputar, kini usiaku delapan belas tahun, Keadaan telah menuntutku untuk dewasa dalam berpikir. Adikku, bukan lagi seorang bayi merah ketika Ayah meninggalkan kami, kini ia telah memasuki masa remaja.

Bagaimana dengan malaikatku? Ketika ia tidur, tampak jelas kerutan di wajahnya menjadi tanda kalau ia mulai lelah. Ketidakberdayaannya –yang selalu disembunyikan, demi menunjukkan ia  kuat– kini jelas keasliannya. Tidak ada yang bisa kulakukan, selain memandangnya.

Waktu terus merenggut kebersamaan kami. Kesibukan menyita waktu kami masing-masing. Hanya tersisa kenangan, ketika kami bersama, tertawa, canda dan bahagia. Adikku kini asyik dengan masa remajanya, aku pun sibuk menata masa depanku. Sedangkan ia? Menua seiring waktu.

Ucapan terima kasih tak akan pernah cukup, untuk membalas segala hal yang kuterima darinya. Tidak pernah kuizinkan ia bersedih, aku hanya ingin melihat kebahagiaannya. Tangis harunya yang menunjukkan kebahagiaan dirinya atas usahaku, sangat kudamba.

Akan kah kumampu mewujudkannya? Bagaimana jika aku terlambat? Bagaimana jika waktu berkata lain?

Aku selalu berusaha mengenyahkan pemikiran pesimis itu. Terlalu takut untukku, meski sekadar membayangkan andai hal itu terjadi. Aku tidak akan pernah sanggup menghadapinya. Aku benci memikirkan kemungkinan akhir kebersamaan kami.

Memang, aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan olehnya. Aku pun tidak pernah memilih untuk menjadi anaknya. Tetapi jika diberi kesempatan hidup kembali, aku akan meminta posisi yang sekarang.

Tidak pernah terbayangkan, memiliki harta berharga seperti dirinya. Seseorang yang selalu mengesampingkan kepentingannya, demi kebahagiaan kami. Aku tidak pernah ingin berpisah darinya. Aku mampu berpisah dengan ayah, karena aku memiliki Mama. Tapi, bagaimana jika ia meninggalkanku juga, apa yang harus kulakukan?

“Maafkanku yang selalu menusukkan pisau di hatimu, mengiris perasaanmu dengan ucapanku. Maafkan segala ketidaksengajaanku yang membuatmu kecewa. Terima kasih untuk semua pelajaran yang kau berikan, terima kasih karena kau selalu berusaha kuat di hadapanku.”

“Aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku. Aku ingin kau terus berada di sampingku, menguatkanku dan berjalan bersama menuju tujuan kita. Karena engkaulah malaikatku, Mama…”

From → Feature

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Aku Tak Sanggup .. | vickyunita22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: