Skip to content

Cinta Semalam

by pada 5 Januari 2014
shelovesmagazine.com

(shelovesmagazine.com)

Oleh Rifka Annisa Islamy

Kutitipkan Cinta pada Jarak

Jarak, sudah bukan perihal tabu
Sedangkan langkah, akan terus melesat maju
Merapi sepi, berteman rindu
Membuntuti masa, seolah kelabu

Ketika hujan, kusentuh dirimu dalam pejam
Melawan sendu, memeluk redam
Kau ikut serta terus menggenggam
Seutas doa yang tersampaikan melalui kelam

Semi datang, masih saja terbentang
Tak letih setia, menanti waktu tak kunjung lekang
Terus berupaya menggotong rindu yang datang
Nyaris terjatuh, ingatan siap menopang

Aku sakit, terus tak bersua
Tangismu tak henti, menahan untuk bersama
Terbayang akan peluk, yang pernah terasa
Menoreh cumbu, yang kian mencuri asa

(qidiq.wordpress.com)

(qidiq.wordpress.com)

Semalam saja

Bulan tengah menatap ke arahku sekarang
Sembari ikut temaram, cahayanya menerawang
Melempar seuntai kata, “Tengah apa, sayang?”
Seketika menyapu ribuan rindu yang hadir dengan curang.

Aku ingin berkisah, lelah sudah berkilah
Rabun rasa amarah, aku tetap gerah
Menahan ngilu di dada, usai wajah ini basah
Rengkuh darimu seharusnya, namun tak mungkin sudah

“Menataplah ke arahku,” ungkap Bulan pada akhirnya
Tersirat sepasang mata, begitu melekat adanya
Rindu semakin memuncak, mencapai ke arahmu, Bulan
Denganmu aku merasakannya. Merasa bertatap semalam saja

From → Puisi

2 Komentar
  1. El de er emang nyiksa yaaa

  2. tetap tatap muka jadi hal yg utama karena teknologi secanggih apapun tak bisa menggantikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: