Skip to content

Bersosialisasi, Vitamin Untuk Hidup Sehat

by pada 16 Januari 2014

Oleh Bucimuchal Pujakemi Buci Sosialisasi

Pada dasarnya, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia memerlukan orang lain untuk menjalin hubungan-hubungan sosial.

Banyak penelitian menyebutkan, seseorang yang hidup menyendiri dan terisolasi secara sosial mengakibatkan efek buruk. Bahkan setara dengan kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat dan obesitas.

Ada sebuah cerita yang dikisahkan Jeffrey Rosensweig. Suatu ketika di sebuah rumah penitipan yatim piatu di Eropa, dokter dan perawat keheranan melihat semua bayi di ruangan sering menangis sepanjang malam. Kecuali, seorang bayi yang berada di tempat tidur.

Tidak berapa lama kemudian diketahui, setiap pagi seorang perempuan yang bertugas menjaga kebersihan ruangan selalu mengambil, menimang dan memeluk bayi di tempat tidur itu. Setelah mengetahui penyebabnya, dokter hanya berbisik, “Hmm.. baru saya mengerti, mengapa bayi di tempat tidur itu dapat begitu.”

Sama halnya dengan cerita di atas. Sentuhan, perhatian, dan hubungan baik yang didapatkan dari orang lain, membuat seseorang merasa lebih tenang. Keberadaan orang lain yang bersahabat dan penuh kasih sayang di sekitar kita, dapat membuat lebih percaya diri, berpikir positif, dan bersemangat.

Beberapa penelitian dilakukan pada suku-suku, yang terkenal dengan banyaknya penduduk berusia di atas 100 tahun. Misalnya, suku Hunza di Pakistan, Okinawa di Jepang, Vicabamba di Pegunungan Equador, dan Abkhasia di Kaukasus. Mereka memiliki ikatan sosial yang kuat tidak hanya kepada anggota keluarga, tetapi juga dengan tetangga dan masyarakat luas.

Di Abkhasia, kesejahteraan seseorang dilihat bukan dari jumlah harta yang dimiliki, melainkan kualitas hubugan yang mereka jaga. Kesuksesan juga tidak diukur dari berapa banyak jumlah rekening di bank, tetapi seberapa banyak hubungan yang terjalin dengan teman, keluarga, dan tamu yang berkunjung ke rumah mereka.

Selain itu, hubungan sosial berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Bahkan, untuk harapan hidup seseorang. Contohnya, pasien yang sering mendapatkan kunjungan dari keluarga atau teman-temannya, memiliki proses penyembuhan yang lebih cepat dibanding dengan pasien yang tidak menerima kunjungan. Dan, mereka mempunyai rata-rata harapan hidup 2 kali lebih lama.

Suatu riset yang dilakukan para ahli dari Brigham Young University menunjukkan, mereka yang mempunyai hubungan erat dengan keluarga, teman, dan kelompoknya mempunyai risiko kematian 50 persen lebih kecil dalam periode tertentu, dibanding dengan kelompok yang hubungannya lemah. Tidak hanya itu, mereka yang aktif menghadiri pertemuan kelompok, juga memiliki kualitas hidup lebih baik, dan lebih bahagia.

Kemudian, apa penyebab kalau hubungan sosial yang positif dapat berdampak terhadap kesehatan, bahkan kualitas hidup seseorang? Jawabannya, sebuah hubungan sosial yang positif akan membantu seseorang dalam mengelola stress.

Contohnya, ketika kita sedang berkumpul dengan teman-teman lama –yang mungkin sudah bertahun-tahun tidak bertemu– pasti ada saja hal yang dibicarakan. Akan ada banyak candaan, tawa, dan bahagia yang pecah di sana. Andaikan saat itu kita sedang stress karena memiliki masalah, stress pun akan hilang.

Hubungan sosial yang positif juga dapat mempengaruhi gaya hidup dan perilaku seseorang. Jika kita berhubungan dengan orang yang sehat, maka kebiasaan hidup sehat akan tertular pada diri kita. Dan mungkin, kita akan termotivasi untuk berolahraga, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan sebagainya.

Untuk itu, aktiflah berinteraksi. Jalin hubungan yang baik dengan keluarga, tetangga, teman-teman, atau orang lain. Sebab siapa pun yang dapat bersosialisasi dengan baik, ia akan hidup lebih sehat.

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: