Skip to content

Hilangnya Edukasi di Televisi

by pada 18 Januari 2014
(dhaneeluvsujuelf.blogspot.com)

(dhaneeluvsujuelf.blogspot.com)

Oleh Kamal Hafizhi

Memprihatinkan memang, saat melihat tayangan televisi belakangan ini. Dapat dibilang, hampir 80 persen ternyata hanya berisi acara bersifat hiburan.

Jika diamati secara seksama, kebanyakan acara tersebut lebih menonjolkan gaya hidup yang hedonisme. Jauh dari ciri khas budaya timur, yang dulunya terkenal dengan kerendahan hati dan sopan santunnya.

Ketika tayangan diputar, ternyata bukan hanya kalangan dewasa yang menonton, melainkan juga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Mereka terkontaminasi dengan tindakan dan kekerasan yang tidak pantas. Sungguh ironis.

Anak sebagai individu yang cenderung mencontoh tindakan orangtua dan lingkungannya, akan menyimpang dari karakter yang seharusnya bagi perkembangan mental spiritual mereka pada masa kanak-kanak.

Coba kita bayangkan karakter yang akan terbentuk, bila kekerasan dan kata-kata tidak cocok didengar selalu  menjejali mereka sejak dini.

Sebagai contoh, komedi saat ini menjadi program siaran yang sangat menonjol. Bukan hanya karena hampir selalu disiarkan langsung, melainkan juga durasinya yang cukup panjang.

Padahal, selama beberapa tahun terakhir ini acara komedi terus mengundang kritik. Berbagai bentuk pelecehan dan pelanggaran terhadap norma kesopanan, ditayangkan sejak sore hingga larut malam. Tentu sangat disayangkan, apabila acara hiburan seperti ini semakin meracuni kepolosan jiwa anak-anak.

Bahkan acara ini tak lebih sebagai ajang jualan sejumlah produsen sekaligus ruang bagi stasiun TV meraih untung besar, daripada pemenuhan fungsi sebagai media penyampai pesan yang bermakna untuk masyarakat.

Dari segala macam kritik –yang berujung pada kejemuan penonton– terhadap tayangan komedi, bentuk pelecehan verbal maupun adegan yang tidak patut ditiru anak-anak menjadi hal yang paling meresahkan. Ironisnya hal tersebut tidak hanya sekali-kali. Tetapi terus berulang di setiap episode, bahkan dari tahun ke tahun tanpa pernah disadari produser acara.

Meningkatnya pelanggaran yang terjadi pada siaran komedi maupun acara televisi lainnya, telah membuat sejumlah penonton gerah. Seharusnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi lebih awas lagi dan berani bertindak terhadap program-program televisi sekarang ini.

From → Feature

One Comment
  1. atas nama rating maka mereka melupakan esensi isi. sayang sekali..
    acara sampah bertebaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: