Skip to content

Si Pintar nan Kontroversial

by pada 23 Januari 2014

Oleh Cindy NikmadanaCindy Glass

Mudahnya akses internet dan canggihnya teknologi saat ini, memang patut diakui. Mencari data dari berbagai sumber, sampai berkomunikasi dengan orang yang berbeda negara, sekarang bukan hal asing. Namun bagaimana jika kecanggihan ini menimbulkan kontroversi, bahkan merusak privasi?

Mungkin di antara kita sudah mendengar produk baru, yang akan dirilis dan dikomersilkan pada 2014 mendatan. Salah satunya adalahKacamata Pintar, yang memiliki kecanggihan hampir seperti kostum Tony Stark dalam Film Iron Man.

Ok Glass’ menjadi keyword untuk mengaktifkan perangkat tersebut. Hanya dengan ucapan –seperti, “Glass, move to Google” atau Glass move to Twitter” dan lain sebagainya– perangkat ini mampu mengoperasikan yang diperintah si user.

Kacamata pintar ini hanya memiliki satu layar yang terbilang kecil di sebelah kanan, namun memiliki display high resolution berjarak 2,5 meter. Terlebih dengan kapasitas memori yang tersedia mencapai 16 GB, tentu merupakan inovasi pintar di luar tablet maupun smartphone.

Menuai kontroversi

Canggihnya kacamata pintar sejenis ini –yang kini banyak bermunculan– banyak menuai kontroversi. Salah satunya masalah privasi. Hal yang sering disorot dalam pro-kontra rilisnya, karena user Glass dapat saja secara diam-diam merekam objek yang berada di depannya. Kegiatan ini sulit diketahui orang lain, apakah saat itu ia sedang merekam atau tidak.

Selain itu, user dapat dengan mudah mengetahui identitas orang lain. Tidak menutup kemungkinan –saat bertemu seseorang yang menurutnya menarik, misalnya– secara diam-diam mengambil gambarnya, kemudian mencari informasi tentang yang bersangkutan dengan mudah dan cepatnya.

Ke dua hal di atas seakan sepele. Namun banyak orang yang tidak setuju dan risih dengan para pengguna kacamata pintar, yang mencari tahu tentang dirinya secara diam-diam. Kontroversi lainnya kalau kacamata pintar dikomersilkan, akan semakin meningkatkan kecelakaan lalu lintas.

Saat berkendara membutuhkan konsentrasi yang cukup, agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi. Sebagaimana pesan iklan Kementrian Komunikasi dan Informasi, “Saat kita hendak menerima telepon baiknya berhenti terlebih dahulu, agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.”

Iklan ini mengingatkan, agar kita fokus berkendara. Jangan ber-multitask dengan hal lain. Kondisi kacamata yang memang terletak tepat di depan mata dengan fitur canggih yang disediakan, tentu sangat mungkin akan mengaburkan konsentrasi.

Karena dewasa ini seseorang cenderung menjadi individualis dan lebih memilih dunia maya pada smartphone mereka. Apalagi dengan hadirnya Kacamata Pintar, yang jelas-jelas sangat mudah pengoperasiannya tanpa membutuhkan gerakan tangan yang sibuk di kemudi..

Jadi, masih tertarik kah dengan Kacamata Pintar?

Catatan: Tulisan ini sudah diterbitkan di DepokNews.com pada 25 Desember 2013 pukul 15.32 (http://depoknews.com/si-pintar-nan-kontroversial/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter)

From → Feature

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: