Skip to content

Cerpen: Aku Jatuh Cinta! (1)

by pada 25 Januari 2014
(poskoe.wordpress.com)

(poskoe.wordpress.com)

Oleh Mega Agniya

Kubuka kotak kayu, yang tampak sudah usang. Tak pernah bosan memang, membuka kembali surat-surat cintaku untuknya. Biasanya, kotak ini kami buka bersama. Ah, kurindu padanya..

November 2017

Dear, Suamiku

Akhirnya, tahun ini aku melepas masa lajangku. Segala cita-citaku sudah tercapai dengan baik. Terutama, dapat menikah dengan orang yang sangat kucintai.

Ya, kamu Raka, laki-laki pilihanku itu. Setelah 8 tahun berpacaran dan mengalami banyak cobaan, nyatanya kita bisa bertahan. Hingga sepakat melanjutkan ke jenjang lebih serius, pernikahan. Keluarga kita sudah saling bertemu dan membicarakan hari bahagia kita.

Aku senang, kita mempersiapkan semuanya secara bersama-sama. Kamu yang hari ini akan berstatus suamiku, bukan lagi kamu yang egois. Yang inginnya menang sendiri, seperti 8 tahun lalu. Kamu yang sekarang adalah sosok pria yang tenang, berwibawa, sangat memanjakan dan selalu menuruti keinginanku.

Hari ini tiba. Hari yang kita tunggu-tunggu, sayang. Kita akan saling mengikatkan janji sehidup semati. Saat itu, aku benar-benar kembali jatuh cinta padamu, suamiku.

November 2012

Dear, Cinta Lamaku

Satu tahun setelah keputusanku itu, diriku mulai terbiasa dengan kesendirian. Aku tidak mencoba untuk mencari kekasih. Masih menutup pintu hatiku rapat-rapat.

Di hatiku masih tertulis besar namamu, Raka. Aku masih jatuh cinta padamu sampai saat ini, Jatuh cinta dengan segala tingkah lakumu, kelucuanmu, kejutan-kejutan kecilmu dan kecerdasanmu. Aku rindu kamu, Raka.

Tapi, aku hanya bisa diam. Memendam kerinduan ini. Aku tidak pernah berusaha menghubungimu, apalagi mengajakmu bertemu. Bahkan tidak pernah sekali pun mencari tahu kabarmu, dari teman-teman kita.

Sampai hari itu tiba, ketika aku, kamu, dan teman-teman sekolah dulu kembali berkumpul. Awalnya aku ragu datang, tapi ajakan teman memaksa. Aku tidak banyak berharap, bisa bertemu denganmu. Tapi Tuhan memang baik, aku dipertemukan lagi dengan cintaku.

Agak sedikit canggung, memang, setelah lama tidak bertemu. Banyak teman menyinggung hubungan kita dulu, yang membuatku tidak nyaman. Rasa itu, sepertinya juga tertangkap jelas di matamu.

Kamu –yang kulihat sekarang– tidak banyak berubah, seperti setahun lalu. Kamu masih tetap cuek, apa adanya, humoris dan jail. Pertemuan yang singkat itu, sedikit dapat mengobati rinduku. Tapi tetap tidak membuatku berharap, untuk dapat berhubungan lagi denganmu.

Beberapa hari setelah hari pertemuan, tanpa disangka kamu menghubungiku. Sungguh membuat kaget, meski nyatanya aku senang. Kesenanganku berlanjut, kita berkomunikasi dengan baik lagi.

Mengucapkan selamat pagi, selamat malam, mengingatkan sesuatu, atau sekadar menyapa, mulai kita lakukan kembali secara rutin. Kamu yang dulu aku kenal cuek, sekarang berubah. Mulai sedikit peduli dengan orang-orang sekitarmu.

Kini, aku pun nyaman di dekatmu. Dan rasa cinta yang kurasakan dulu, telah kembali lagi. Walau kenyataannya, tetap saja tidak berani menaruh harapan padamu. Aku takut, semua yang kamu lakukan saat ini hanya dianggap sebatas perhatian sahabat atau kakak ke adiknya.

Berbulan-bulan kita dekat, tanpa pernyataan status hubungan. Kita berdua sama-sama nyaman dengan situasi ini. Intensitas kita bertemu pun cukup rutin. Kamu yang jauh di Yogyakarta, selalu berusaha mengunjungiku di Jakarta.

Kita mencoba menjalani ini apa adanya, santai tanpa target apa pun. Semuanya kita lakukan, hanya untuk mengenali lebih dalam sifat masing-masing. Ternyata aku bahagia, terlebih dengan sifat-sifatmu yang membaik sekarang. Untuk kesekian kalinya, aku jatuh cinta padamu.

November 2011

Dear, Mantan Terindahku

Nyatanya semua kejutan yang Raka berikan untukku, tidak berhasil membendung kesabaranku menghadapi ke-cuek-anmu. Tidak akan pernah membuatku tenang –apalagi kita tinggal berjauhan– sehingga kuputuskan mengakhiri hubungan kita sebagai kekasih.

Untuk bulan pertama, kurasa pilihanku benar dan paling baik. Karena meski status berubah, tidak membuat kita bermusuhan. Kita masih saling mendukung dan mengingatkan satu sama lain.

Tapi beberapa bulan belakangan, keputusan itu malah membuatku terpuruk. Kamu jarang menghubungiku, mulai menjauh, dan sampai punya kekasih baru di sana. Aku disini hanya bisa menyesali keputusanku. Berusaha ikut merasa senang, mendengarmu menata cinta dengan orang lain.

Mengenalmu memang singkat sayang, namun mampu membuat aku senang, Itu yang tidak akan bisa kulupakan, yang membuat terus jatuh cinta padamu. (Bersambung)

From → Cerpen

One Comment
  1. 8 tahun dan berlanjut, gila!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: