Skip to content

Buah Merah dari Surga

by pada 28 Januari 2014

Oleh Sigma Silviana Rosabuah merah sigma2

Papua merupakan surga bagi negara Indonesia. Apapun dapat kita temukan di dalamnya.

Tanah yang jauh di sebelah timur Ibukota ini, menyimpan beraneka ragam kekayaan. Hamparan laut yang jernih serta hutan-hutan yang lebat, masih mudah  ditemukan. Bahan tambang pun melimpah ruah di tanahnya yang subur, tak terkecuali buah-buahan yang ada disana.

Menelisik lebih dalam ke tanah Papua yang subur ini, banyak buah-buahan yang bisa digunakan sebagai obat-obatan. Salah satunya adalah buah merah. Nama latinnya Pandanus Conoideus Lam, sementara masyarakat Wamena Papua  menyebutnya Kuansu.

Buah ini masuk kelompok pandan-pandanan, namun tingginya bisa mencapai 16 meter –dengan tinggi batang yang bebas cabang setinggi 5-8 m– diperkokoh akar-akar tunjang pada batang bawah.

Buahnya berwarna merah marun, namun terkadang ada yang berwarna coklat atau coklat kekuning-kuningan. Panjang buahnya bisa mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg.  Benar-benar buah yang besar, bukan?

Buah merah banyak mengandung antioksidan karoten, betakaroten, dan tokoferol, asam oleat, asam linoleat, asam dekanoat, Omega 3 dan Omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal radikal bebas dalam tubuh.

Kelebihan buah merah bukan hanya pada bentuknya yang besar dan kandungan di dalamnya, namun terdapatnya berbagai macam khasiat. Antara lain menyembuhkan berbagai macam penyakit, mulai penyakit biasa sampai penyakit yang luar biasa.

Konon –katanya– buah ini dapat menyembuhkan penyakit berbahaya –yang tidak ada obatnya sampai sekarang– seperti HIV/AIDS. Di Papua tercatat 1.579 penderita HIV/AIDS (983 orang terinfeksi dan 596 pasien positif) sejak Juni 2004.

Khasiat buah merah ini ditemukan Drs. I Made Budi, dosen peneliti di Universitas Cendrawasih di Jayapura. Sebagai ahli gizi ia mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya, yang mengonsumsi Buah Merah.

Sejak 2003 ia ikut membantu mengobati penderita HIV/AIDS di beberapa lembaga sosial di Jayapura, Wamena, Sorong, dan Merauke. “Itu salah satu solusi penting untuk memecahkan masalah HIV/AIDS di Papua,” papar pria 44 tahun ini. (Sumber :http://www.deherba.com/bukti-ilmiah-sari-buah-merah.html#ixzz2nAlpUyQr)

Buah merah bukan lah obat ajaib –begitu sekali coba akan menyembuhkan penyakit– tetapi merupakan suplemen alami yang membantu proses penyembuhan. Ada yang cocok setelah mengonsumsi dan mendapat kesehatan yang lebih baik, ada juga yang tidak merasakan perubahan.

Salah satu contohnya Agustina Sawery, pasien AIDS dengan kondisi paling parah  sampai stadium 3. Dalam 5 bulan berat tubuhnya –yang hanya 28 kg– dinaikkan hingga 48 kg. Kondisi komplikasi penyakit akibat kekebalan tubuh menurun karena infeksi virus ini –seperti kerusakan pada jaringan dekat anus, jantung, gangguan paru-paru dan infeksi jamur di sekitar mulut– menjadi lebih baik.

Menurut Budi, interaksi antara vitamin A yang berasal dari karoten dan betakaroten –sebagai antioksidan– pada buah merah dengan asam amino pada protein, berfungsi meningkatkan imunitas tubuh. Protein makanan yang dikonsumsi akan dibundel oleh vitamin A, agar diserap tubuh dan tidak terbuang melalui feses. Hal ini akan sangat membantu penderita HIV/AIDS, karena penyerapan saluran cerna mereka sangat lemah.

Banyak sekali bukti yang memperkuat buah merah dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS, meski penyembuhan yang terjadi sangat lambat.

Betapa hebatnya tanah Papua kita. Selain pemandangan indah yang disuguhkan, juga kekayaan floranya yang dapat menyembuhkan penyakit AIDS yang berbahaya.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: