Skip to content

Zat Berbahaya dalam Jajanan Anak-anak

by pada 25 Februari 2014
(www.antaranews.com)

(www.antaranews.com)

Oleh Munajah

Jarang sekali kita memerhatikan yang kita makan dan bagaimana resikonya. Selagi murah, tak ada alasan lagi untuk menjajaki jajanan tersebut.

Saat ini ditemukan banyak jajanan anak-anak yang mengandung zat aditif atau berbahaya, sehingga sekolah perlu berperan dalam mengawasinya. Demikian ditegaskan Roy Sparingga, Deputi III Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Menurutnya, tingkat penyalahgunaan zat berbahaya pada jajanan anak sangat bervariasi dan menunjukkan tren yang meningkat. “Zat yang paling sering ditemukan adalah formalin, borak, rhodamin B, siklamat, sakarin dan pemanis buatan,” tandas Roy saat ditemui di Jakarta.

Memang, tak jarang, dewasa ini jajanan anak-anak selalu terdapat di warung-warung kecil sampai toko besar sekali pun. Kebanyakan warung kecil biasanya terletak dekat dengan Sekolah Dasar, karena yang menjadi sasaran pembeli adalah anak-anak.

Bagi anak-anak yang polos ini, tak pernah memusingkan dampak yang ia makan. Tak ada rasa ingin tahu tentang komposisi kandungan zatnya, meski sekadar menengok ke bagian belakang kemasan.

Banyak produsen menggunakan zat berbahaya, seperti formalin. ini adalah bahan pengawet berbahaya yang umumnya dipakai untuk mengawetkan mayat. Padahal masih banyak zat yang khusus untuk pengawet makanan, seperti kalsium benzoat, sulfur dioksida, kalium asetat, atau asam sorbat.

Khusus mengenai pemanis buatan, di zaman krisis moneter ini banyak orang mengonsumsi karena harga yang jauh lebih murah dari gula biasa. Untuk itu, perlu dihindari jajanan yang mengandung aspartame, siklamat, dan sakarin sebagai pemanis buatan. Meski manis, tapi terasa pahit di lidah.

Juga makanan seperti snack yang terasa sangat gurih bumbunya, sehingga anak-anak ketagihan dan memakannya hampir setiap hari. Padahal bumbu tersebut umumnya mengandung zat MSG berbahaya, yang dapat mengakibatkan radang tenggorokan, gangguan otak, gangguan ginjal, mual, dan sebagainya.

Zat-zat tersebut bisa merusak ginjal dan mnenyebabkan penyakit kanker. Kebanyakan penyakit seperti ini tidak langsung menjangkit tubuh konsumen yang sering mengkonsumsi zat-zat tersebut, namun baru terasa setelah berpuluh-puluh tahun kemudian.

Saat ini para produsen yang menggunakan bahan pengawet sangat leluasa menggunakan zat berbahaya dalam memproduksi makanan, akibatnya banyak jajanan anak sekolah yang tak lagi layak dikonsumsi.

Di samping itu, mudahnya memperoleh bahan berbahaya serta harga yang relatif murah, juga menjadi faktor penyebab masih banyaknya pelaku usaha pangan yang mengunakan bahan berbahaya.

Biasanya mereka yang menggunakan bahan berbahaya ini tak pernah memikirkan kelangsungan hidup konsumennya, yang terpenting adalah keuntungan sebesar-besarnya yang mereka dapatkan.

Namun di sisi lain, penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan juga lantaran pengetahuan dan kepedulian masyarakat yang masih terbatas. Khususnya, masyarakat golongan ekonomi bawah.

Jika kita sudah mengetahui kalau zat-zat yang disebutkan di atas sangat berbahaya, sangat dianjurkan untuk lebih selektif dalam memilah dan memilih jajanan anak-anak. Karenanya pola hidup sehat juga sangat dianjurkan, agar masa tua nanti tetap sehat dan tak berpenyakitan.

Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat harus ditingkatkan lagi. Peran orangtua sangat penting sekali dalam memilihkan jajanan yang baik dan sehat, dengan cara mewaspadai yang mereka makan. Masyarakat harus pintar-pintar mengetahui, apakah makanan tersebut aman bagi anak-anak atau tidak.

Jangan biarkan anak mengonsumsi makanan kemasan yang mengandung bahan pengawet, pewarna buatan, perasa buatan, pemanis buatan, apalagi MSG. Juga jangan selalu mengkonsumsi makanan yang instant,  dan harus mencurigai makanan yang sangat murah. Biasanya makanan yang berbahaya, identik dengan harganya yang  murah dan banyak isinya.

Agar anak-anak tak lagi mengkonsumsi makanan yang belum jelas kesehatannya, para orangtua harus mampu membuatkan sendiri makanan atau snack dari bahan-bahan yang sehat dan baik. Dengan begitu diharapkan akan membuat anak-anak beralih dan lebih menyukai buatan ibunya.

Di zaman sekarang ini, kebanyakan orang hanya memikirkan keuntungan diri sendiri dan kelompok. Oleh karena itu, kesadaran diri sendiri –terutama dalam hal kesehatan– menjadi hal yang sangat penting, agar terlindungi dari penyakit yang beresiko.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: