Skip to content

Kenali Diet yang Sehat

by pada 15 April 2014
(alzena-shakila.blogspot.com)

(alzena-shakila.blogspot.com)

Oleh Widya Sri Kurniawati

Sebagian besar wanita, pasti ingin memiliki berat badan yang ideal, bukan? Sebelum melaksanakan diet, hendaknya Anda terlebih dahulu memahaminya. Mari kita kenali kandungan gizi, agar diet Anda menjadi sehat.

Apakah Anda penggemar makanan manis? Atau makanan padat berisi? Suka konsumsi alkohol? Sering mengemil? Jika, jawabannya lebih banyak ‘ya’, tanpa sadar Anda telah mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Alangkah baiknya, mulai saat ini Anda mengatur pola makan yang sehat. Tubuh manusia membutuhkan protein untuk membantu pertumbuhan dan perbaikan tubuh, karbohidrat sebagai sumber energi, lemak untuk menghangatkan tubuh, vitamin dan mineral untuk memperbaiki siklus metabolisme. Semua itu tidak baik, jika dikonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Sebagai sumber energi yang paling penting, karbohidrat terbagi atas dua macam. Karbohidrat sederhana berupa gula yang ditemukan dalam makanan alami –seperti sayur, buah, dan lain-lain– dan pemanis buatan karena kandungan gula yang telah dipisahkan dari struktur alaminya –misalnya gula meja atau gula yang terdapat dalam produk kalengan. Karbohidrat kompleks berupa saripati yang biasanya dikonsumsi dalam bentuk butiran sereal/biji-bijian, kentang, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran lainnya.

Protein (asam amino) yang dibutuhkan tubuh, meski berbeda untuk setiap orang, agar tetap sehat. Kebutuhannya sekitar 15 – 20% dari keseluruhan kalori, karenanya jumlah yang dianjurkan adalah 0,8 gram/kg berat badan. Sumber protein yang baik berupa daging (bistik sapi dan babi), unggas (dada ayam dan kalkun), ikan (salmon, tuna, kepiting, lobster, ikan haddock), produk susu (keju, susu, yoghurt, tahu, telur), miju-miju (kacang merah), serta kacang kedelai (tahu, susu kedelai, butiran kedelai).

Sedangkan untuk kolesterol, pada dasarnya terdapat tiga tipe asam lemak. Asam Lemak Jenuh (ALJ) yang bersumber dari minyak kelapa, minyak sawit, produk-produk susu, daging, tepung, dan cokelat. Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal (ALTJT) yang bersumber dari minyak zaitun, minyak mostar, minyak lobak, ikan, dan daging. Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (ALTJG) yang bersumber dari minyak bunga matahari, minyak kedelai, minyak biji rami, dan ikan. Sebaiknya mengonsumsi minyak yang bervariasi ganda dan mengandung banyak lemak tak jenuh ganda, karena dapat menurunkan kolestrol Low Density Lipoprotein (kolestrol jahat) dan High Density Lipoprotein (kolestrol baik).

Mengenai vitamin dan mineral, membantu menormalkan fungsi tubuh dan memburu radikal bebas dan penting untuk memerangi penyakit. Rumput laut, sayuran laut kaya akan mineral dan elemen-elemen kecil, mengandung magnesium, kalium, dan seng, penting untuk memerangi radikal bebas. Vitamin dapat pula diperoleh dari padi-padian, kacang-kacangan, kecambah, bumbu dan rempah-rempah.

Setelah mengetahui kandungan makanan yang dikonsumsi, langkah selanjutnya mengendalikan nafsu makan Anda. Ya, nafsu makan harus diatur sebaik mungkin. Janganlah makan dalam keadaan perut terasa sangat lapar. Sebaiknya makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Bersabarlah dalam menjalani diet. Anda berhak memilih cara diet yang diinginkan. Tentunya setiap cara harus benar-benar dipahami terlebih dahulu, mampukah tubuh Anda menyesuaikannya? Harus diperhatikan agar tidak terjadi pemaksaan, yang dapat berdampak negatif bagi tubuh.

Perhatikan pula beberapa mitos dan fakta tentang diet. Misalnya pada mitos, ghee, mentega, dan banyak krim dalam susu itu sehat. Sedangkan fakta sebenarnya, semua lemak jenuh tidak baik untuk kesehatan. Karena lemak jenuh –baik untuk vegetarian maupun non-vegetarian– sebaiknya berjumlah kurang dari 7% dalam menu diet (dari 30% lemak total yang dikonsumsi sebagai bagian kalori).

Begitu pula mitos, makan malam hari bikin gemuk. Sementara fakta, kalori pada makan malam akan dipakai untuk keesokan harinya, sehingga sebaiknya dilakukan sekitar 3 jam sebelum tidur dengan mengonsumsi tidak lebih dari 200 kalori.

Juga pada mitos, tubuh bisa langsing biar pun Anda mengonsumsi banyak kalori, asal bukan karbohidrat. Padahal faktanya, mereka yang berhasil menurunkan berat badan dengan mengurangi karbohidrat akan memasukkan kalori lebih sedikit ke dalam tubuhnya. Yang penting bukan saja mengurangi karbohidrat, tapi jumlah kalori keseluruhan perlu dipertimbangkan.

Jadi, berdiet lah untuk sehat, bukan semata karena penampilan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: