Skip to content

Jalan Hujan

by pada 20 April 2014
(qoriyau.blogspot.com)

(qoriyau.blogspot.com)

Oleh Diyah Kusuma

 

Persimpangan Jalan

 

Ada kalanya saat kita tak tahu lagi harus melangkah kemana,
jatuh di jurang yang ada di depan,
mundur untuk bertemu lagi kegelapan yang ada
atau menoleh ke kanan kiri yang penuh duri..

Ketika tak tahu lagi apa yang dibutuhkan,
ketika semua jalan yang ada terasa salah,
ketika semua degupan jantung hanya akan membuat resah..

Bukan permasalahan hati,
tapi logika yang ada menelusup masuk untuk melihat semuanya…

Semua perkataan orang lain yang semakin membuat kerumitan,
pertengkaran antara hati yang ingin terus maju
dan logika yang memaksa berhenti karena lelah..

Lelah dengan semua kesalahan di jalan ini,
lelah dengan semua kemungkinan  buruk yang ada..

Apa harus diam ditempat merenungi semua yang ada?
Apakah rela melihat penyesalan yang siap menunggu di ujung jalan sana?

Saat diam hanya menjadi satu satunya pilihan,
sakit hatipun tak lagi bisa dihiraukan..

 

(ravpelangi.blogspot.com)

(ravpelangi.blogspot.com)

Hujan

 

aku suka hujan
mengapa?
entah, tapi hujan selalu membawa ketenangan.

Merasakan rintik rintik hujan membuat aku berfikir,
ia bisa menghapus panas yang sangat menyengat tubuh di siang hari, menghapus debu yang bertaburan di jalan,
membasahi pepohonan yang kering karena panasnya matahari

Hal itu membuat aku berfikir tentang sahabat,
seperti hujan, sahabat bisa menghapus air mata,
memberi ketenangan saat hati terasa gundah.

Mungkin sahabat tidak mempunyai jalan keluar untuk masalahku,
namun aku percaya, ketenangan yang ia berikan sangat berarti
dan tidak bisa dinilai dengan apa pun

Kembali kepada hujan, aku suka memandangi hujan,
ketika semua orang mengeluh karena datangnya hujan, aku tidak
bukankah semua yang Tuhan berikan untuk bumi ini, ada manfaatnya?

Dulu, sewaktu aku kecil aku suka melihat pelangi ketika hujan itu hilang,
ketika senja dan pelangi bersatu,
itu hal yang aku suka setelah hujan datang

Jadi bagiku hujan itu indah, hujan punya manfaat sendiri kan?
dia juga punya hadiah untuk kita, pemandangan indah setelah hujan,
entah itu pelangi, atau titik titik hujan yang menempel di dedaunan,
satu pelajaran yang bisa aku ambil, hujan selalu menyisakan keindahan

Begitu pula hidup,
di balik kejadian apa pun,
pasti kehidupan itu memiliki akhir yang bahagia
dengan caranya masing masing :)

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: