Skip to content

Si Basi yang Menyehatkan

by pada 8 Mei 2014
(www.freddyfit.co.uk)

(www.freddyfit.co.uk)

Oleh Amanda Fidienna P

Siapa yang tidak mengetahui minuman berbahan dasar susu, dengan rasa asam dan terkadang terasa buah di dalamnya? Ya, minuman itu biasa disebut yoghurt, yang kini menjadi idola semua kalangan di Indonesia. Kesadaran masyarakat terhadap tawaran superhebat dalam kandungan yoghurt, membuat banyak orang semakin mencintai produk olahan susu yang satu ini.

Kepedulian terhadap gaya hidup sehat, membuat masyarakat makin memilah jenis makanan yang boleh lewat dan masuk ke dalam tubuhnya. Pada bagian lemari pendingin di supermarket, kita bisa menemukan banyak merk yoghurt. Dalam kemasan cup kecil, sedang, besar, botol kaca, botol plastik, hingga yoghurt drink yang langsung diminum, berjejer rapi. Tiap merk, biasanya memiliki keunikan rasa masing-masing.

Rasanya pun beraneka, sangat asam, agak asam, bahkan cenderung manis. Pilihan tergantung selera. Tak hanya itu, belakangan ini demam fro-yo (frozen yoghurt) pun melanda masyarakat ibukota. Yoghurt beku dianggap sebagai sensasi baru dalam cara menyantap dan menikmati yoghurt, tak heran jika masyarakat berbondong-bondong mencicipinya.

Meski fro-yo sedang booming, apabila dilihat dari kandungan gizi nutrisi di dalam yoghurt beku sebenarnya serupa dengan yoghurt biasa. Bedanya, yoghurt beku ‘naik kelas’ karena disajikan di mal-mal besar dan dikemas dalam suasana kafe yang nyaman sebagai tempat gaul. Tak heran, faktor ini disebut paling dominan, menjadikan fro-yo cepat dikenal dan dianggap sebagai sajian berkelas.

Yoghurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol dan kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri. Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman yang meningkat (pH=4-5) menyebabkan protein susu menjadi padat, juga demi menghindari proliferasi bakteri patogen yang potensial.

Untuk dinamai yoghurt, Lembaga BPOM-nya (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Amerika Serikat mengharuskan produk berisi bakteri Streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus. Pada kebanyakan negara, produk dapat disebut yoghurt hanya jika terdapat bakteri hidup pada akhir proses produksi. Produk yang telah di-pasteurisasi tetapi tidak punya bakteri hidup, disebut susu fermentasi (minuman).

Yoghurt yang telah di-pasteurisasi, memiliki rentang hidup yang panjang dan tidak membutuhkan kulkas. Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, mineral yang penting, dan lemak setara dengan susu yang menjadi bahannya. Yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa

Khasiat

Hal utama yang membuat yoghurt istimewa adalah khasiatnya bagi kesehatan, seperti masyarakat Timur Tengah yang memanfaatkannya sebagai minuman kesehatan sejak sekitar 4 abad lalu, . Selain itu, negara-negara lain –semisal Turki, Perancis, Mesir, India, Yunani, Bulgaria dan Rusia– telah menggunakan pada keseharian. Bahkan, hadir pula dalam berbagai bentuk menu masakan.

Sebagai hasil kerjasama dengan mikroorganisme –tentu saja tidak sembarang– terdapat 5 jenis bakteri ramah dan menguntungkan, yang dikenal sebagai bakteri probiotik. Di antaranya: Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, Lactobacillus casei, Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus.

Dua bakteri pertama hidup di dalam usus manusia dengan saling membantu, sedangkan 2 bakteri terakhir yang digunakan dalam pembuatan yoghurt. Pada dasarnya kerja bakteri tersebut untuk menghasilkan asam laktat, yang penting peranannya dalam menciptakan keseimbangan mikroflora usus. Keasaman yang dihasilkan mampu menghambat bakteri penyebab penyakit, yang umumnya tidak tahan terhadap asam. Sementara bakteri lain memang seharusnya melimpah, dirangsang untuk bertumbuh

Khasiat yoghurt antara lain:

  • Memproduksi vitamin, meningkatkan nilai gizi dan membantu pertumbuhan

Saat proses fermentasi, terjadi kenaikan kadar vitamin A, B2, B3, Biotin dan Asam Folat. Yoghurt juga mengandung asama amino yang tinggi, semuanya sebagai hasil kerja bakteri. Bakteri tersebut mampu mensintesis beberapa vitamin, seperti riboflavin, niacin serta thiamin. Kandungan mineralnya meskipun tidak bertambah banyak, tapi menjadi lebih mudah untuk diserap tubuh.

  • Memproduksi antibiotik alam melawan virus dan jamur

Bakteri L. Bulgaricus mampu menghasilkan zat antibiotika yang disebut Bulgarikan, berbeda dengan yang biasa kita kenal. Kerjanya lebih spesifik pada mikroorganisme yang merugikan saja, sehingga menguntungkan. Lain dengan antibiotik biasa, yang umumnya bekerja menyapu bersih segala jenis mikroorganisme.

Bakteri merugikan yang dihambat antara lain, Staphylococcus aureusShigella dysentriae (penyebab disentri), Salmonella typhii (penyebab tipus), Clostridium botulinum (penyebab botulinum, keracunan makanan kaleng). Serta jenis bakteri probiotik lain, yang mampu menghambat bakteri merugikan jenis lain pula.

  • Menurunkan kolesterol

Yoghurt, susu asidophilus (dibuat dari bakteri L. Acidophilus) dan susu bifidus (dari bakteri Bifidobakterium Bifidum) mampu menurunkan kolesterol darah. Kemampuan ini berasal dari zat antikolesterol menghambat kerja enzim pembentuk kolesterol. Pengurangan kolesterol juga terjadi karena selama pertumbuhannya, bakteri menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya. Penyerapan ini terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah.

  • Memerangi kanker dan tumor dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Bakteri asam laktat dalam usus besar, mampu menyerap zat mutagenik dari makanan. Berarti dengan mengonsumsi secara teratur, dapat membantu cegah kanker usus. Ketika ‘diadukan’ langsung (dioleskan) pada sel tumor, baik yoghurt, susu acidophilus, susu bifidus, atau susu casei (dari bakteri L.Casei, contohnya Yakult) dapat menghambat pertumbuhannya. Di samping itu, zat tertentu yang diambil dari dinding sel bakteri Bifidus dan Bulgaricus juga memiliki efek antitumor dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

  • Memperpanjang Usia?

Yang satu ini mungkin kontroversial. Kalau manfaat lain bisa diuji dan diteliti, soal usia panjang sulit dibuktikan. Karena masalah usia manusia adalah urusan Allah SWT, bukan urusan manusia. Walau begitu manusia boleh saja berusaha agar usianya lebih panjang, dengan cara menjaga kesehatan. Kendati tidak jarang kita temui, orang yang sehat tiba-tiba meninggal lantaran sebab lain. Yang jelas kita berusaha menjaga kesehatan, sehingga terhindar penyakit yang mengantarkan pada kematian.

Hasil penelitian seorang ilmuan berkebangsaan Rusia menyimpulkan, usia manusia dapat  diperpendek oleh racun dari dalam usus. Faktor (ilmiah) panjangnya usia harapan hidup, mencakup pola makanan, gaya hidup, kondisi lingkungan, dan bakat yang diturunkan secara genetik. Setelah melihat peran bakteri probiotik dalam yoghurt –seperti diuraikan di atas– jelaslah manfaatnya bagi kesehatan. Langsung atau tidak, hal ini tentu berpengaruh pula dalam meningkatkan harapan hidup.

Kelebihannya Dibanding Susu Segar

Soal gizi, yoghurt sendiri tak perlu diragukan, sebab dibuat dari susu yang terkenal padat gizi. Seperti halnya susu segar, yoghurt tidak mengandung vitamin C dan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk tubuh. Tapi merupakan sumber yang baik untuk mensuplai protein, fosfor, kalsium, magnesium, dan juga kalori.

Selama fermentasi, gula susu (laktosa) turun menjadi sekitar 20-50%. Kandungan protein, lemak dan mineral, hampir sama dengan kandungan susu semula. Beberapa vitamin, seperti A, B2, B3, biotin dan asam folat justru meningkat. Vitamin dan mineral pun menjadi lebih mudah diserap.

Bagi penderita alergi gula susu (lactose intolerance) –stress pada usus yang disebabkan gula susu (laktosa)– usus tidak mampu menghasilkan enzim lactase yang cukup untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan sukrosa. Rendahnya kadar laktosa pada yoghurt, sehingga lebih dapat diterima (mudah dicerna) bagi para penderita penyakit tersebut.

Dapat dikatakan yoghurt telah dicerna lebih dulu (predigested) oleh bakteri –dengan kata lain, yoghurt merupakan ‘sisa-sisa’ kunyahan bakteri– sehingga usus manusia tinggal menyerap gizinya saja. Jika susu rata-rata dapat 90% dicerna dalam 3 jam, untuk yoghurt hanya membutuhkan 1 jam.

Bakteri hidup dalam yoghurt juga menyumbang enzim lactase, yang diperlukan untuk mencerna sisa gula susu. Dengan demikian, sebagian besar penderita alergi gula susu tak perlu khawatir mengalami gejala alergi setelah mengonsumsinya.

Karena tinggi kandungan gizi yoghurt membuatnya lebih awet dibanding susu segar, yang sangat mudah rusak (basi-asam) akibat mikroorganisme. Yoghurt juga tahan hingga beberapa hari pada suhu ruang, bahkan beberapa minggu jika disimpan dalam lemari pendingin. Asam laktat akan menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk, yang umumnya tidak kuat terhadap asam. Jadi asam laktat sendiri berfungsi sebagai pengawet alami.

Manfaat

Pastikan bakteri probiotik pada yoghurt berjumlah milyaran, masih hidup dan aktif, agar dapat memperoleh manfaat. Kita dapat menguji hidup tidaknya bakteri dalam yoghurt, secara sederhana di rumah.Berikut caranya:

Siapkan susu segar (maksimum 6 jam setelah pemerahan) yang telah dimasak, kemudian masukkan beberapa sendok yoghurt yang kita beli ke dalamnya. Tutup dan biarkan semalam. Jika susu tidak menggumpal dan tetap tawar, berarti bakteri sudah mati.

Selain itu, jumlah bakteri harus cukup banyak (milyaran) untuk ‘menguasai’ usus dan memenangkan ‘perang’ melawan bakteri merugikan. Jumlah ini sangat penting, karena hanya sebagian kecil yang sampai usus dalam keadaan hidup. Sisanya akan mati selama perjalanan di sepanjang salauran pencernaan, terutama di lambung.

Jumlah bakteri sebanyak 2,5 milyar/gelas saat akan dimakan. Selama penyimpanan jumlah bakteri akan menurun, meski dalam pendingin. Untuk menguji jumlahnya memang sulit, karena harus dilakukan di laboratorium. Jadi carilah produk yoghurt yang masih baru dan sesegar mungkin, jika Anda membelinya. Atau Anda dapat membuatnya sendiri di rumah dengan cara yang paling sederhana berikut ini.

Masaklah susu segar. Jika mulai mendidih, kecilkan api dan biarkan 10 menit. Matikan api dan tunggu hingga hangat. Tambahkan 4 sdm yoghurt yang Anda beli, aduk hingga rata. Tutup dan biarkan dalam panci selama 4-12 jam (tergantung kualitas yoghurt yang ditambahkan), jaga agar tidak goyang. Sesekali boleh diamati, untuk melihat penggumpalan susu.

Atau jika sibuk, Anda diamkan semalam untuk dinikmati esok. Anda dapat langsung memakannya, atau mengaduknya agar pecah dan merata. Lalu tambahkan pemanis, seperti madu, gula atau sirup. Untuk pertama kali (jika memang belum biasa makan yoghurt) jangan banyak-banyak, demi membiasakan usus terlebih dahulu.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: