Skip to content

Bagaimana Wujud Asli Mu?

by pada 10 Juni 2014
(m.liputan6.com)

(m.liputan6.com)

Oleh Ali Buana

Mungkin jika Anda sering berkunjung ke pasar –atau mungkin tempat tinggal yang sangat dekat– sadarkah banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam maupun luar pasar?

Ya, coba Anda bandingkan kondisi pasar zaman dahulu dengan sekarang. Banyak sekali perubahan, renovasi serta revolusi yang terjadi pada pasar tradisional saat ini. Salah satu contohnya, Pasar Tradisional Ciracas, Jakarta Timur.

Berdiri sejak 8 tahun lamanya, kini menjadi pasar modern. Pasar yang terletak di Jalan Raya Ciracas ini, dulunya hanya pasar biasa, namun sudah beberapa kali melakukan peremajaan.

Terutama pada bagian berlantai tanah, sekarang dilapisi ubin keramik. Dulu dapat dibayangkan yang akan terjadi jika turun hujan, terjadi banjir akibat air tergenang yang tidak tersalurkan. Jarak antar pedagang sangat dekat, sehingga ruang yang sedikit tersisa malah terisi sampah yang menumpuk.

Pasar Tradisional Ciracas ini menjual berbagai jenis sayuran, ikan dan daging –ayam, kambing, sapi dan kelinci serta kerbau. Khusus untuk daging kelinci dan kerbau tidak dipajang, karena sangat jarang peminatnya. Jadi jika ingin membeli daging tersebut, biasanya, harus memesan dahulu.

Tak lupa pula menjual berbagai jenis buah-buahan –seperti nanas, apel, mangga, jambu, rambutan serta durian. Namun, para penjual buah memilih membuka dagangannya di bagian luar pasar.

Kini pasar tradisional Ciracas memiliki dua tingkat, seperti pasar modern saat ini. Para pedagang sudah dikelompokkan dalam posisi masing-masing, yang menyesuaikan jenis dagangannya.

Contohnya, bagi pedagang yang menjual sayuran, buah-buahan, serta kebutuhan pokok lainnya, hingga toko plastik dan kue-kue kering maupun basah, dapat kita temui di lantai 1 pasar tradisional Ciracas, Jakarta Timur.

Sedangkan di lantai 2, dikhususkan untuk dagangan yang tidak mengeluarkan aroma. Seperti, berbagai jenis sandang –baju, sepatu, tas dan sebagainya– dapat pula kita temui. Bahkan, penjual pakaian dalam, Dengan santai, dia menawarkan dagangan pada setiap orang yang melintas di depan rukonya.

Juga menjual berbagai mainan –seperti mobil-mobilan, boneka untuk anak perempuan, hingga mainan dewasa– tak luput dijual. Misalnya, barang-barang elektronik, komputer, laptop, maupun televisi. Termasuk berbagai jenis game komputer, game boy –baik berupa kaset maupun hardisk– serta kaset, memory card dan stick untuk Play Station –mulai PS 1 hingga keluaran terbaru PS 3.

Yang mengejutkan, terdapat pula perjual makanan di Lantai 1 yang berada di antara aroma yang kurang sedap dari bahan mentah sayur dan lauk pauk. Lengkaplah aroma di lantai 1 pasar Ciracas ini, menjadi sangat tidak karuan.

Kemudian yang juga membuat saya heran, masih ada saja pedagang asongan yang berjalan di tengah padatnya pasar. Sebuah pengorbanan dalam mencari uang, yang rela melakukan apapun demi uang yang halal.

Begitulah yang saya lihat, ketika kemarin ke Pasar Ciracas membeli kulit lumpia pesanan Ibu. Begitu nyata perbedaannya, bagus memang. Selain itu, kini Pasar Ciracas tidak lagi terendam banjir. Pasar saat ini sangat layak digunakan, dengan fasilitas yang memadai.

Tidak seperti dahulu, ketika saya masih kecil. Tetapi, saat itu memang tak ada pilihan. Sekarang, meski telah banyak pasar modern, pasar tradisional tetap menjadi alternatif. Sungguh.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: