Skip to content

Dia atau Anda?

by pada 7 Agustus 2014
(www.jelajahunik.us)

(www.jelajahunik.us)

Oleh Gabriela Aini Yahya 

Sudah sepantasnya, sebagai manusia, kita tidak bersikap semena-semena. Apalagi terhadap orang yang kita cintai seutuhnya, justru kita harus melindunginya. Bukan malah menganiaya dan menyakitinya. Apakah perbuatan ini hanya sebatas kekhilafan manusia? Atau bisa jadi inilah yang sering disebut sebagai psikopat.

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa, yang berasal dari kata psyche (jiwa) dan pathos (penyakit). Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekat.

Kalau selama ini banyak yang berfikir kalau psikopat itu sama dengan gila, sama sekali tidak benar. Seorang psikopat selalu sadar yang dia perbuat. Namun, seolah-olah tidak memiliki hati nurani dan kerap kali bersikap seenaknya.

Robert D. Hare, ahli psikopat dunia, Guru Besar Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada, melakukan penelitian sekitar 25 tahun. Ia berpendapat, seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Pelakunya bisa wanita, bisa juga laki-laki. Karena yang dirugikan oleh kejahatannya tidak hanya individu tetapi juga masyarakat luas. Penyakit ini sangat sulit dideteksi, karena lebih 80% berkeliaran dibanding yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa.

Jenis Psikopat

Menurut Hervey Checkley dalam bukunya “The Mask of Sanity” (1941), terdapat 4 jenis psikopat, di antaranya:

  1. Primary Psychopath, yang bergeming pada hukuman, penahanan, tekanan, atau celaan.  Mereka punya cara sendiri untuk memaknai kata dan kehidupan.
  2. Secondary Psychopath, pengambil resiko, dan juga lebih tanggap terhadap tekanan, mudah cemas dan merasa bersalah.
  3. Distempered Psychopath, cenderung mudah marah dan bila kumat, tingkah mereka mirip penderita epilepsi (ayan), cenderung jadi pecandu obat, kleptomania, pedofilia, bahkan bisa jadi pembunuh dan pemerkosa berantai.
  4. Charismatic Psychopath, si pembohong yang menarik dan menawan, selalu dianugerahi bakat tertentu, tapi memanfaatkannya untuk memperdaya yang lain. Seperti pemimpin sekte tertentu, yang mendorong pengikutnya bunuh diri.

 

Kenali Cirinya

Seorang yang mengidap penyakit psikopat , biasanya berperilaku aneh dan berpenampilan mempesona. Dia akan mencoba selalu bersikap baik kepada orang yang dia suka dan orang di sekelilingnya. Beberapa ciri di antaranya:

  1. Sering memperlihatkan perilaku yang meledak-ledak, sulit menunda dan mengendalikan emosi dan segalayang diinginkan harus dituruti.
  2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  3. Memiliki banyak hubungan yang singkat, sering ganti pacar atau ganti pekerjaan dan berpindah-pindah tempat (tidak betah).
  4. Sering berbohong, menipu dan berkhianat.
  5. Sulit mengendalikan emosi.
  6. Tidak pernah menganggap dirinya bersalah.
  7. Hidup sebagai parasit, karena suka sekali mengandalkan orang lain.
  8. Mempunyai sifat tidak empati, baginya jika memotong kepala ayam sama halnya dengan memotong kepala manusia.

 

Waspadalah!

Kita tidak boleh juga selalu menganggap seseorang mengidap, hanya karena mempunyai sifat yang dicurigai sebagai milik penderita psikopat. Bukan kah nanti justru kita sendiri yang disebut psikopat, karena selalu berprasangka buruk terhadap orang lain?

Cukuplah berhati-hati dengan orang yang kita jumpai. Kenali lebih dalam tentang dirinya, perilakunya, kebiasaannya. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan.

Dalam buku “Without Conscience” terdapat beberapa tip atau kiat, untuk melindungi diri dari penderita psikopat:

  1. Jangan terpengaruh! Kata-kata yang indah dan manis atau hadiah, menjadi senjata bagi psikopat untuk menarik perhatian Anda, dari manipulasi atau eksploitasi yang mungkin akan terjadi.
  2. Buka mata! Orang yang tampaknya terlalu sempurna, seringkali aslinya jauh berbeda. Psikopat menyembunyikan sisi gelap mereka, sampai korban mereka terlibat cukup dalam. Pujian berlimpah, kebaikan palsu dan kelemahan dalam cerita yang kedengarannya hebat, seharusnya bisa memberi petunjuk dan membuat Anda waspada. Cari alasan yang masuk akal, untuk menyelidiki mereka
  3. Kenali diri Anda! Jika tidak, Anda akan diserang pada titik lemah. Psikopat pandai menemukan dan menggunakan kelemahan orang lain. Jadi, semakin menyadari hal-hal yang membuat Anda gampang terpikat, semakin siap membentengi diri.
  4. Tegas! Hindari berebut kekuasaan yang tidak mungkin Anda menangkan, Psikopat cenderung memegang kendali. Bila sikap Anda tidak jelas dan lemah, mereka akan mengambil keuntungan. Perjelas sekap dan jagalah dengan batasan yang kuat.

Ciri-ciri di atas belum semuanya disebutkan, masih banyak lagi gejala dan sifat psikopat lainnya. Lalu, bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur kenal dan dekat dengan psikopat? Apalagi yang sampai menikah dengan seorang psikopat?

Saya sering mendengar cerita dari teman, kalau pacarnya seorang psikopat. Diceritakan laki laki itu selalu bersikap baik kepada si perempuan, selama masa pendekatan. Lalu –setelah beberapa lama mereka pacaran– laki-laki tersebut berubah menjadi egosentris.

Dia tidak suka, bila semua ucapannya dibantah oleh si perempuan. Alhasil, apapun yang dikatakannya harus dituruti. Jangan sampai membuatnya marah besar, karena emosinya tidak bisa dikendalikan akan mencelakakan si perempuan.

Sampai merupakan kewajaran saat saya temui si perempuan, badannya lebam bekas dipukul dan ditendang. Semua orang sungguh khawatir pasti, bila melihat teman dianiaya pasangannya sendiri. Saya selalu menyuruh si perempuan meninggalkan pacarnya, namun memang tidak semudah yang diucapkan.

Si laki-laki tersebut, keesokan harinya, dapat langsung bersikap baik hati seperti malaikat. Menganggap dia tidak pernah melakukan apapun sebelumnya, bahkan ia juga tidak meminta maaf sama sekali.

Kejam! Bukannya teman saya betah dengan psikopat. Tetapi si laki-laki akan terus mengejar, kemana pun teman saya pergi. Ia tidak akan melepaskannya dengan mudah. Well, that’s one of my friends true story.

Mungkin banyak yang bertanya, mengapa masih ada orang yang bertahan dengan pasangan sadis seperti itu. Kalau memang si perempuan salah, seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik. Bukan malah main tangan.

Ini hanya untuk pelajaran. Kalau Anda mempunyai pasangan yang selalu main tangan, lebih baik dievaluasi lagi hubungan kalian. Sebelum nanti benar-benar menuju jenjang penikahan. Yang rugi kita sendiri, apalagi sebagai perempuan. Anda tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sempurna, masa depan juga akan suram.

Kita memang tidak boleh memilih dalam berteman. Kita juga tidak dapat menahan perasaan suka terhadap seseorang. Apalagi sebelum kita tahu, kalau dia sungguh seorang psikopat. Pandai-pandailah berteman dan menjalin hubungan dengan seseorang. Orang-orang yang mengidap penyakit psikopat, pasti selalu ada di sekeliling kita. Berhati-hatilah!

Atau mungkin Anda sendiri yang psikopat? Cara gampangnya, pergilah ke seorang psikolog. Periksa kejiwaan Anda, sebelum ada yang tersakiti dan menyakiti. Sebab bukan berarti psikopat tidak dapat disembuhkan, walau sebenarnya sulit. Itu semua terpulang pada keputusan diri. Ingin sembuh? Atau seterusnya menjadi orang yang menyeramkan di mata orang lain?

Mungkin, dari sekarang, lebih baik kita selalu waspada! Dalam keadaan apa pun!

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: