Skip to content

Yang Tersimpan Di Pulau Peleng (2)

by pada 17 Agustus 2014
Pondokan di tepi pantai (Dok. Pribadi)

Pondokan di tepi pantai (Dok. Pribadi)

Oleh Fardly Noormasita Moidady*

Kami selalu memulai perjalanan pagi sekali untuk menghirup udara lebih segar, sedangkan pulangnya berpanas ria. Benar-benar batin dan raga menjadi fresh, setelah pulang travelling.

Inilah beberapa tempat wisata alam pilihan, bagi kalian yang berniat berkunjung ke Pulau Peleng.

Pantai Teduang

Jembatan kayu Teduang (Dok. Pribadi)

Jembatan kayu Teduang (Dok. Pribadi)

Jangan sampai melewatkan Pantai Teduang, hanya membutuhkan 15 menit dari pusat kota. Pondokan di tepi pantainya, sering dijadikan tempat favorit berakhir pekan.

Air Terjun Leng Bola

Rendah dan tenang (Dok. Pribadi)

Rendah dan tenang (Dok. Pribadi)

Air Terjun Leng Bola terletak di dataran tinggi Patukuki, Kecamatan Peleng Tengah, yang berjarak sekitar 34 km dari Salakan. Unik, karena air terjun ini sangat rendah dan airnya mengalir tenang.

Dermaga Pelabuhan Speed

Dermaga Speed di kala senja (Dok. Pribadi)

Dermaga Speed di kala senja (Dok. Pribadi)

Buat penikmat senja dan suka fotografi atau sekadar ingin santai menghabiskan waktu di sore hari, inilah tempat yang cocok buat kalian. Dermaga Speed berlokasi di Kecamatan Tinangkung.

Air Terjun Tembang

Aliran air terjun dilihat dari tangga (Dok. Pribadi)

Aliran air terjun dilihat dari tangga (Dok. Pribadi)

Terletak di Desa Luk Sagu yang dapat ditempuh selama 2 jam, dengan suguhan panorama pantai hampir di sepanjang perjalanan. Saat masuk ke lokasi, kalian akan disambut hamparan ladang dan rerumputan. Meski untuk melihat Air Terjun teratas masih harus naik tangga dan sedikit mendaki, namun rasa lelah terbayar dengan keindahan pemandangan. Perlu sedikit waspada, karena jalannya cukup licin.

Pantai Mandel

Kelembutan yang mempesona (Dok. Pribadi)

Kelembutan yang mempesona (Dok. Pribadi)

Masih sangat alami, sehingga kami sepakat menyebutnya “Hidden Paradise.” Pantai Mandel ini berpasir putih yang sangat lembut, ketika kaki dilangkahkan seakan tertanam dalam-dalam. Hanya perlu sekitar setengah jam, bila berangkat dari Air Terjun Tembang.

Bagaimana, tertarik ke pulau Peleng? (Selesai)

*) Fardly Noormasita Moidady adalah mahasiswa Akademi Komunikasi Indonesia, Yogyakarta.
Catatan: Tulisan ini merupakan kiriman peserta Lomba Penulisan Feature dalam rangka Ulang Tahun Pertama Situs “Xpression Journalism” Tahun 2014, dan telah melalui proses penyuntingan –red
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: