Skip to content

Tak Kalah Saing dengan Tetangga Sebelah

by pada 9 September 2014
Bertetangga, tapi beda penampilan (foto: RAI)

Bertetangga, tapi beda tampilan (foto: RAI)

Oleh Rifka Annisa Islamy

Tempat ini pastinya tak asing bagi, masyarakat yang tinggal di bilangan Jakarta Selatan. Setiap orang mengenalnya, juga sebagai nama patokan jalan. Bahkan, sudah menjadi nama kecamatan. Tempat yang tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan, maupun hiruk pikuk manusia. Di sinilah, sebuah transaksi jual beli dilakukan.

Sejak pukul 4 pagi, tempat ini sudah disibukkan oleh bermacam-macam pedagang. Ya, di sinilah sebuah pasar berdiri, yang dulunya berawal pada hari Minggu saja aktivitas jual beli dilaksanakan. Namun seiring berjalannya waktu dan makin maraknya kebutuhan manusia, pasar yang terkenal dengan nama Pasar Minggu ini semakin sering terjadi transaksi jual beli setiap hari.

Teriakan para penjual di kanan kiri kios, menjadi ramah di telinga pembeli. Pasalnya jika hanya menjual saja, tidak akan mendatangkan pembeli. Terkadang beberapa pedagang mempersilahkan para calon pembeli untuk sekadar melihat dan mencoba, walaupun tidak jadi membeli.

*******

Pasar Minggu tetap menjadi salah satu pasar tradisional yang banyak diminati warga, meski tidak sebagus pasar swalayan. Betapa tidak, kini di sampingnya berdiri pula Pasar Swalayan yang juga menjual berbagai kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Tak kalah saing dengan tetangga sebelah, Pasar Minggu tak pernah kehilangan pelanggan. Harga kebutuhan yang dijual pun relatif murah, bahkan tak mengurangi kualitas barang.

Pasar Minggu sendiri memiliki banyak bagian. Anda akan menjumpai beberapa penjual aksesoris, seperti tas, sepatu, alat tulis, dan sandal. Ada pula penjual es Dawet Ayu di pinggir jalan, menuju ke dalam pasar. Masuk sedikit, jumpai penjual sayur mayur serta buah-buahan.

Selanjutnya di bagian dalam yang terdiri atas beberapa tingkat, Anda akan menjumpai penjual baju, kosmetik, kebutuhan sekolah, dan penjahit baju. Namun jangan heran, jika di beberapa sudut pasar Anda menemui banyak penjual baju. Lantaran memang fashion baju lebih diminati pengunjung, dibanding dagangan lain.

Sepanjang tangga menuju ke setiap lantai pun, Anda akan menemui beberapa pengemis. Sementara di bagian belakang pasar, terdapat para penjual daging, baik ikan, ayam, sapi, dan kambing.

“Sekarang Pasar Minggu udah lebih nyaman. Udah gitu, lebih luas. Gak sempit kayak dulu, karena ada blok barunya. Harganya aja murah-murah, apalagi kalo jago nawar. Walaupun cuma pasar tradisional, kualitasnya gak kalah saing sama si tetangga sebelah,” kata Ibu Aisyah, yang mengaku sering berbelanja di pasar ini.

Seorang mahasiswi yang tengah memilih sepatu di salah satu kios, mengutarakan penilaiannya. Kemacetan yang terjadi di sisi jalan amat mengganggu, akibat banyak penjual yang menjajakan dagangannya di luar kawasan pasar. Pasar Minggu juga masih terlihat becek dan bau, lantaran masih bertumpuknya sampah di sudut-sudut jalan.

Sisi-sisi jalan di pasar ini memang masih disinggahi sampah-sampah berserakan, tanpa seorang pun peduli untuk memungut dan membawanya ke tempat sampah. Selain itu, jika setiap kios ditata ulang serta kebersihan lebih terjaga, pengunjung pastinya akan lebih nyaman berbelanja.

Tersedia pula cukup banyak akses transportasi, lantaran terletak strategis dari mana pun. Anda dapat menggunakan kendaraan umum, seperti angkot maupun minibus yang menuju Pasar Minggu.

Jika ingin membawa kendaraan sendiri, Pasar Minggu menyediakan halaman parkir yang terletak di sekitar pasar swalayan dan pertengahan jalan masuk pasar. Tak perlu takut, parkir di sini cukup aman. Bahkan, belum pernah ditemui kasus kehilangan kendaraan.

*******

Meskipun begitu Fienti (19) tak memungkiri, Pasar Minggu menjadi tempat ‘pelarian’ untuk mencari kebutuhan yang sulit ditemukannya. Lokasinya yang dekat rumah, memang menjadi salah satu alasan. Tetapi yang utama, pasar ini sangat lengkap untuk segala keperluan.

Meskipun pasar swalayan menawarkan harga miring, namun di Pasar Minggu harga akan jauh lebih miring jika Anda pandai menawar. Lalu, bagaimana dengan harga kebutuhan yang dijual di pasar sekitar rumah Anda?

Daya tarik yang dimiliki Pasar Minggu, tak sedikit pun tersingkirkan dari pasar swalayan yang jauh lebih bersih dan nyaman. Tak kalah saing dengan tetangga sebelah, Pasar Minggu tak pernah kehilangan pelanggan. Salah satu kuncinya, interaksi penuh keramahan antar penjual dan pembeli lebih banyak ditemui.

Berani bersaing?

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: