Skip to content

Cerpen: Separuh Tidurku (2)

by pada 21 September 2014
(sekolahmelatiindonesia.wordpress.com)

(sekolahmelatiindonesia.wordpress.com)

Oleh Syariefah Prawira

Tiba-tiba terbayang olehku, segala kenangan yang pernah terjadi bersama Arya dulu. Ruangan ini tempat kita meluapkan rasa bosan atau sedih, dengan menyalakan lampu-lampu cantik di dinding dan memainkan piano klasik di pinggir panggung teater.

“Jangan pernah kamu lupakan tempat ini, Bella..”

Aku kembali menatap matanya yang mulai sendu.

“Aku cinta sama kamu,” ucap Arya lirih.

Tiba-tiba Arya memelukku erat, seakan ia tidak mau kehilangan. Entah kenapa, aku seperti benar-benar merindukan pelukan ini.

“Ih, kenapa, sih, kamu? Mendadak datang, terus bawa aku kesini dan sekarang kamu ngomong kayak gini? Hah? Apa, sih?” Aku melepaskan pelukan Arya, yang sebenarnya tak ingin kulepaskan.

Arya hanya terdiam menatapku. Ini tatapan yang tak seperti biasanya.

Gak capek bikin aku tersiksa? Setahun lamanya aku menunggu kepastian darimu, dipermainkan dan sekarang kamu mau bikin aku tersiksa lagi, gitu?” Aku seperti melepaskan segala beban selama ini, karena dirinya,

Maafin aku, Bella. Aku memang salah. Aku sadar, gak bisa melupakan dirimu selama ini,” terangnya, yang melambungkan hatiku.

“Gila kamu, ya? Kamu, tuh, punya pacar dan aku pun punya pacar. Seharusnya kamu pikir, gimana perasaan mereka?”

Aku bingung dengan perasaanku saat itu. Sedih, senang, aneh, takut dan haru, semuanya bercampur satu. Rindu yang sudah beranak pinak terluapkan, ketika Arya datang dan memelukku. Ditambah kata-katanya, yang membuat kita memutuskan untuk kembali.

Ya, kita memulainya dari awal. Sejak itu aku dan Arya diam-diam kembali mengukir cerita yang lama hilang, tanpa diketahui pacar kita masing-masing.

Hari demi hari begitu indah, rasanya seperti kembali ke masa lalu kita. Aku dan Arya saling bercanda tawa, bertualang ke berbagai tempat, bercerita segala keluh kesah, berbagi pengalaman, dan hal lainya yang memang lama ku nantikan.

Bertanda di tangan Arya sebuah tanggal, 10-11-12. Kutulis dengan tinta hitam, saat kita berada di toko antik. Tanggal ini sebagai penanda hari kembalinya kisah kita, Bella dan Arya.

*******

“Bella, bangun.. Ayo bangun, Bella..”

Tiba-tiba Syifa membangunkanku. Ternyata aku pingsan dari semalam, saat hujan datang. Aku mengusap mata dan sejenak terdiam, lalu beranjak keluar tenda melihat matahari bersinar terang yang mengalihkan pandanganku. Seketika aku tersenyum ke arah matahari, “Oh, cuma mimpi..”

“Mimpi apaan, lo?” tanya Syifa, yang tiba-tiba datang dari samping tendaku.

“Hmm.. ada deh. Yang pasti, mimpinya indaaaah banget.” kilahku tersenyum.

“Heh, lain kali kalau pingsan tau diri dong. Jangan lama-lama! Gue mau beresin tenda, jadi bingung, kan,” ketus Syifa dengan wajah juteknya.

“Iya, iya, maaf, deh.” Aku mencubit pipi chubby Syiffa

“Ya udah, lo minum obat dulu, terus lo beres-beres, deh. Soalnya anak-anak nungguin lo, tuh, dari tadi, kita harus prepare balik ke rumah.” Syiffa sambil melemparkan handuk ke kepalaku.

“Akhirnya home sweet home juga, makasih Syifa cantik.” ujarku gembira, seraya berjalan ke kamar mandi.

*******

Sepanjang perjalanan pulang, tak pernah sedetik pun waktu kulewati tanpa membayangkan mimpi indah tadi malam. Teman-temanku heran, melihat aku melamun dan sesekali senyum sendiri. Sempat terpikir, andai saja aku tak terbangun dari tidur semalam, entah sampai mana mimpi itu akan berlanjut.

Mimpi yang tak aku bayangkan dan aku inginkan sebelumnya. Mungkin karena sudah beranak-pinak rindu yang kumiliki terhadapnya, sampai-sampai terbawa hingga jauh ke alam bawah sadar.

Walapun sekadar mampir di mimpi, semua terasa begitu nyata. Hadirmu memang langka. Aku selalu berharap mimpi itu kembali datang di malam-malam berikutnya, pada separuh tidurku.

Apakah akan terjadi lagi? Aku tidak tahu.. (Selesai)

From → Cerpen

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: