Skip to content

Satu Indonesiaku

by pada 23 Oktober 2014
(www.kaskus.co.id)

(www.kaskus.co.id)

Oleh Kartika Purnamasari

Indonesia telah dikenal sebagai negara kepulauan yang letaknya di antara Benua Asia dan Benua Australia, diapit dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Indonesia juga dikenal sebagai negara majemuk, dengan keragaman suku bangsa dan budaya.

Keragaman, ternyata mampu meghidupkan interaksi antar seluruh warga negara Indonesia. Segala perbedaan –seperti suku, budaya, agama, dan bahasa– melebur menjadi satu. Satu kesatuan utuh, meski dasarnya memiliki ciri khas tersendiri dari wilayah masing-masing.

Sekitar tempat tinggal Anda, pasti terdiri atas sejumlah suku bangsa. Mengapa demikian? Karena Indonesia negara kesatuan. Hubungan antar pulau maupun daratan pun sudah terjadi sejak dulu, banyak suku bangsa yang berpindah dari satu tempat ke lain semata bertujuan demi kelangsungan hidup.

Masing-masing dari mereka membawa budaya yang berbeda, sehingga bila berkumpul di satu tempat akan sangat rawan terjadi perpecahan. Namun, bangsa Indonesia dapat meredamnya, sebab Indonesia masih berpegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Kalimat Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, seorang pujangga dari Majapahit. Dahulunya para pemimpin bangsa Indonesia mengalami masalah dalam mempersatukan bangsa, namun kemudian ditemukan kutipan kalimat dalam kitab Sutasoma pada pupuh 139 bait 5 tersebut.

Isinya sebagai berikut:

Rvanekadhatu vinuvus, vara-Buddha vicva

bhinneki rakva ring apan kena parvvanosen

mangka Jinatva lavan Civatatva tunggal

bhinneka tunggal ika tan hana dharma magrva

Kalimat Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Arti ini sesuai dengan keadaan Indonesia yang beranekaragam suku bangsa dan budayanya. Karena itulah, Indonesia disatukan dengan kalimat tersebut sebagai semboyan negara. Semboyan ini terdapat di kaki lambang negara: burung Garuda.

Sungguh, merupakan kebanggaan tersendiri menjadi bangsa Indonesia. Bangsa yang kaya akan keanekaragaman warisan budaya, yang tidak dimilki bangsa lain. Bangsa lain pun mengakuinya. Nilai-nilai yang terkandung sejak zaman dulu ini, sangat mengajarkan betapa pentingnya sejarah menyatukan bangsa dalam mencari jati dirinya.

Karena itu, sekali lagi, kita sebagai bangsa Indonesia harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Rangkul dan genggam tangan kita bersama, dalam satu kesatuan yang utuh: Indonesia.

Catatan: Tulisan ini sudah dimuat pada 19 Oktober 2014 di My Zone – Okezone.com (http://myzone.okezone.com/content/read/2014/10/19/14330/satu-indonesia-ku)

From → Kiriman

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: