Skip to content

Mengurangi Resiko Cedera Ketika Berolahraga

by pada 20 November 2014
(www.runnersworld.fr)

(www.runnersworld.fr)

Oleh Tiyo Bayu Nugroho

Pola hidup sehat biasanya mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, istirahat yang cukup, serta sempatkan olahraga minimal 2 kali dalam satu pekan. Olahraga yang dilakukan bisa apa saja, seperti bersepeda, jogging, gym, futsal, atau yang disukai.

Sebelum memulai olahraga biasanya kita melakukan pemanasan terlebih dahulu. Tujuan pemanasan atau disebut warming up untuk mengurangi resiko kram otot, atau cedera akibat otot tiba-tiba melakukan kerja berat.

Pemanasan dilakukan dengan serangkaian gerakan ringan terlebih dahulu, berlari-lari kecil, stretching, dan sebagainya. Biasanya warming up dilakukan tidak lama, hanya 5 sampai 10 menit, kemudian berlanjut ke olahraga yang sesungguhnya.

Pemanasan sebelum olahraga sangatlah penting, karena merupakan salah satu dasar dari latihan. Selain itu juga bermaksud memacu kerja otot, yang tadinya lemas menjadi siap untuk kerja berat.

Para ahli merekomendasikan, warming up atau pemanasan sangat penting sebelum olahraga. Karena olahraga sangat sering melibatkan pergerakan sendi, otot, dan tulang.

Banyak orang yang melakukan pemanasan ala kadarnya saja, tidak serius. Padahal bila tidak dilakukan dengan maksimal, akibatnya bisa saja mengalami cedera, kram otot, dan otot yang tertarik saat berolahraga.

Manfaat pemanasan sendiri adalah otot dan sendi tidak akan terkejut, akibat gerak tubuh yang tiba-tiba melakukan olahraga berat. Dengan melakukan pemanasan, otot atau sendi seperti diberi jeda yang mengantarkan dari lemas hingga siap.

Setelah pemanasan, olahraga yang dilakukan bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya. Selesainya langsung duduk-duduk dengan kaki diselonjorkan, kemudian minum air dingin atau minuman berisotonik untuk mengembalikan kesegaran tubuh.

Tak banyak orang yang melakukan pendinginan atau cooling down setelah berolahraga. Padahal pendinginan sama pentingnya, lho, dengan pemanasan sebelum olahraga, sebab keduanya saling berkaitan.

Jika pendinginan tidak dilakukan, organ tubuh kita –baik otot, tulang maupun sendi– pasti akan kaget, seperti pemanasan tadi. Sebab tubuh yang tadinya melakukan olahraga, tiba-tiba langsung berhenti tanpa transisi untuk melemaskan semua otot.

Pendinginan dapat dilakukan dengan mengurangi gerakan yang tadinya cepat, kemudian mulai melambat dan akhirnya berhenti. Hal tersebut penting, guna menstabilkan semua organ tubuh yang tadinya bekerja keras.

Cooling down dapat dilakukan dengan jogging ringan berdurasi sekitar 2 menit, kemudian fokus untuk peregangan pada paha, betis, bahu, dan bagian lainnya. Hal ini sebenarnya sama saja dengan pemanasan, cuma temponya saja yang berbeda.

Menurut para ahli, pendinginan sangat dianjurkan, seperti halnya pemanasan. Saat berolahraga jantung berdetak lebih cepat dari keadaan normal, yang mengakibatkan tekanan darah pada tubuh meningkat.

Manfaat pendinginan sesudah olahraga ialah mencegah otot nyeri, kaku, dan kram. Juga mengurangi denyut jantung yang sebelumnya bekerja keras dan membantu tubuh menjadi lebih segar dari sebelumnya.

Masih mau mengabaikan kedua hal tersebut?

Catatan: Tulisan ini sudah dimuat pada 20 November 2014 di KabarIndonesia.com (http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=Mengurangi+Risiko+Cedera+Ketika+Berolahraga&dn=20141114071851)

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: