Skip to content

Kisah Anak Pemulung

by pada 7 Desember 2014

Oleh Nanda Febriani

Di bantaran kali dan pinggiran kota yang kumuh
berdiri bambu dengan atap seng tempat kau berteduh
Dengan ruang sempit yang penuh debu
kau tidur beralaskan tikar yang sudah lusuh

Walau pagi masih terasa sunyi
sudah kulihat engkau setengah berlari
seakan berlomba dengan mentari
seakan tak rela sisa sampahmu terbagi

Kuyakin umurmu sepadan denganku
Namun, kusam wajahmu menutup kerasnya hidupmu
Ingin rasanya kuberbagi seragamku
yang kuyakini tak pernah hinggap di badanmu

Hari-hari kau lalui dengan penuh perjuangan
Hanya untuk mencari sesuatu yang bisa kau makan
Masih adakah yang kau harapkan
untuk hidupmu di masa depan?

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: