Skip to content

Tentang Ibu dan Kita

by pada 22 Desember 2014
(kumpulandpbbm.net)

(kumpulandpbbm.net)

Pengantar:

Pada peringatan Hari Ibu seperti saat ini, kita banyak mendengar kisah tentang ketangguhan perjuangan wanita yang kita muliakan. Puisi “Wanita Tangguh” ini salah satu contohnya. Di lain sisi, kita juga banyak menderngar kisah para Ibu muda dengan segala suka duka dan romantisnya. Terlebih pada pasangan yang berasal dari satu komunitas, seperti puisi “Tentang Kita” di bawah ini. Semoga bermanfaat dan kita bisa mendapatkan hikmah dari kedua puisi ini.

Wanita Tangguh

(www.islamedia.co)

(www.islamedia.co)

Oleh Berliana Qori’ah

Wahai Wanita..
Siapakah kau gerangan?
Mengapa jiwamu teramat tangguh?
Dari manakah sumber kekuatan itu?

Kala matamu menatapku begitu dalam
Letih, sendu, namun penuh kebahagiaan
Kala senyummu tersungging bagai bulan sabit
Getirmu seakan purna tak tersisa

Ibu..
Engkaukah itu?
Kausebut namaku dalam doa di setiap sujudmu
Kaubelai lembut air mata di pipiku
Kaukecup keningku kala bangga berkembang di hatimu

Bagaimana balasku?
Bahkan, aku lupa tentang itu, Ibu.
Bagaimana mungkin duniaku mengalihkan kasihmu?
Apa yang harus kulakukan, wahai ibu?

Allah, tak banyak yang diminta untuk dirinya sendiri
Bahkan, tak ada sumpah serapah yang dia ucapkan
Hanya untaian kasih yang dipanjatkan untukku
Hanya ketulusan yang mengiringi langkahku

Allah, jagalah dia
Wanita tangguh tak kenal lelah
Pahlawan jiwaku yang penuh jasa
Guru pertama dalam hidupku

Ibu..
Cinta sejatikah yang kaumiliki?
Janjimu kepada-Nyakah hulunya?
Anak terkasih sebagai amanah dari-Nya
Hingga surga bermuara di telapak kakimu

Ibu…
Berjuta maaf untuk semua kesalahanku
Takkan mengganti miliaran kasih sayangmu
Semoga surga menjadi rumahmu kelak
Untukmu, wahai wanita tangguh

Tentang Kita

Oleh Sherin Alisya Naziefa

(www.muslimuna.com)

(www.muslimuna.com)

Bukan tentang perasaan
Bukan tentang ingatan
Tapi tentang persahabatan
Yang banyak membuat kenangan

Mungkin kita sudah tidak bersama
Tetapi kenangan itu akan selalu ada
Mungkin bukan perkara cinta
Tetapi perkara kita

Masa-masa itu tidak terlupakan
Walau banyaknya rintangan
Kita berjalan menuju kesuksesan
Untuk mencapai masa depan

Waktu berkumpul mulai kita lupakan
Sampai pernikahan itu tiba
Tidak ada lagi canda tawa kita

Canda tawa yang dahulu selalu ada

From → Puisi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: