Skip to content

Hemat, Bukan Berarti Pelit

by pada 23 Desember 2014
mymoments-alone.blogspot.com

mymoments-alone.blogspot.com

Oleh Farhanah

Orang Indonesia habis gajian biasanya pergi membelanjakan uangnya. Beli baju baru, gadget canggih dan makan di restoran mahal. Berbeda dengan Cina atau Belanda yang sangat irit soal pengeluaran, bahkan cenderung pelit.


Bangsa ini terkenal dengan keramahtamahannnya, tetapi tidak terlalu ahli dalam mengatur keuangan. Orang Indonesia cenderung boros, suka menghamburkan uang, cukup royal dan konsumtif. Meskipun tidak semua warganya seperti itu.

Namun, ada juga beberapa suku di Indonesia yang terkenal dengan sifat perhitungan. Misalnya orang Minang –walaupun dikenal pandai memasak dan berdagang– namun sebagian orang menganggap mereka pelit.

Lain Minang, lain lagi dengan Cina. Hampir di seluruh dunia Anda dapat menemui orang Cina. Ras bermata sipit ini menyebar di mana-mana. Biasanya mereka tinggal dalam suatu komunitas yang sama. Di luar negeri menyebut daerah tempat orang cina tinggal sebagai China Town atau Pecinan.

Memang orang Cina terkenal sebagai pekerja keras, pantang menyerah, ahli berdagang tetapi juga pelit. Sebagai contoh, jika mereka bekerja di sebuah perusahaan, setelah gajian mereka lebih suka menyimpan 50-70% gajinya di bank. Atau menginvestasikan uangnya dalam bentuk saham, sehingga keuntungannya menjadi berkali lipat.

Mereka pun jarang jajan dan lebih suka memasak sendiri serta makan di rumah. Mereka tidak terlalu suka membelanjakan uang mereka. Prinsip mereka bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. Selain itu, orang Cina juga sangat teliti dalam hal pencatatan keuangan. Bahkan ada yang mengatakan, mereka lebih memilih makan telor ceplok setiap hari dibanding harus bermewah-mewahan.

Jika ditawari lembur mereka dengan senang hati akan menerimanya, bahkan menawarkan diri. Selain itu, orang kulit putih ini juga sangat efisien soal waktu. Maka tak heran, jika perekonomian orang Cina sangat kuat dan maju.

Ersiyanti, salah seorang warga, mengatakan, “Orang Cina itu bukan pelit, tapi lebih perhitungan.” Lihat saja, dimana-mana Anda dapat menemukan produk Cina. Dari tempat paling elit sampai tradisional, pasti ada benda buatan Cina.

Selain Cina, ada juga negara di benua Eropa yang terkenal dengan kepelitannya: Belanda. Ya, negara yang pernah menjajah Indonesia ini memang sangat perhitungan dalam urusan membelanjakan uang. Bahkan dalam kultur masyarakat Belanda terkenal kalimat Elk dubeltje tweemaal omkeren, yang artinya putar koin dua kali sebelum berpikir untuk membelanjakannya.

Selain itu, orang Belanda sangatlah teliti dalam hal pengeluaran. Bahkan, cenderung pelit. Hal ini dikarenakan sejak zaman nenek moyang mereka sudah terbiasa hidup susah. Tanah yang tidak terlalu subur dan musim dingin yang panjang membuat negara mereka sulit ditanami. Tanah di Belanda yang lebih rendah dari laut menyebabkan negeri ini rawan banjir, sehingga mereka harus mengumpulkan uang lebih banyak untuk membangun bendungan.

Tidak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhannya nenek moyang orang Belanda banyak yang menjadi pelaut. Mereka berlayar dari satu benua ke benua lain untuk mencari negeri yang subur dan kaya akan sumber daya alam.

Di tempat tersebut, orang Belanda– yang tadinya hanya ingin membeli hasil bumi dari sumbernya dengan harga murah– lama-lama berubah menjajah negeri itu. Tujuannya semata untuk memperkaya negara kincir angin tersebut.

Hidup hemat dan prihatin sudah menjadi keseharian mereka. Tak ayal, Belanda saat ini dapat menikmati hasilnya. Di sana biaya pendidikan dan kesehatan terjamin, orang tua atau lansia mendapat tunjangan hidup. Warga Belanda juga dapat menikmati fasilitas umum secara cuma-cuma.

Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita belajar dari Belanda dan Cina. Bukan soal pelitnya, tapi tentang cara mereka mengatur keuangan seketat mungkin agar tidak terjadi pemborosan. Mungkin lebih tepatnya bukan pelit, tapi irit. Indonesia jangan hanya menjadi negara konsumtif, tetapi juga harus produktif.

Sebenarnya sejak kecil kita sudah diajari untuk berhemat. Ada pepatah yang berkata, hemat pangkal kaya. Sekarang tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya adalah, sudahkah Anda berhemat hari ini?

From → Feature Budaya

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: