Skip to content

Cerpen: Buku Punyamu

by pada 12 Januari 2015

ladangamalislam.blogspot.com

Oleh Fadia Sekar Arum*

“Sekarang karena siapa?” tanya Mira. Air matanya tak kunjung berhenti. Mira memberikan waktu selama lima menit untuk Daniella menangis, ya hanya untuk menangis membuang air matanya untuk lelaki spesialis perayu itu, oh sorry ralat bukan untuk lelaki tapi untuk “cowok bocah ingusan itu”.

“Minggu lalu gara-gara si anu, kemarin gara-gara si inu, sekarang gara-gara siapa lagi?” tanya Mira berusaha mengeluarkan suara yang lembut, padahal sesungguhnya tak ada alasan untuknya bersikap demikian, sahabat mana sih yang tega melihat sahabatnya menangis hanya karena orang lain merobek perasaannya.

“Katanya hubungan kita selesai sampai sini, katanya dia mau fokus ke pendidikan, katanya aku ini terlalu sempurna di mata dia, katanya aku ini perempuan baik dan gak cocok buat dia.” Daniella menghela nafas panjang.

“Bohong!” ucap Mira singkat.

“Maksudnya?”

“Itu alasan, kalau kamu perempuan baik dan gak cocok buat dia, kalau gitu kenapa di cocok-cocokin sejak awal. Kalau dia bilang kamu itu baik tapi nyatanya dia gak mau sama perempuan baik, itu tandanya ia menginginkan perempuan buruk. Ya kan?” kalimat Mira membuka pikiran Daniella.

“Iya. Kok tega ya…..” lirihnya.

“Yaudah syukur alhamdulillah kamu udah gak ada hubungan lagi sama dia.”

“Tapi kok tega, padahal aku masih sayang dia, tapi dia …..”

Mira menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu.

“Gak semua laki-laki seperti itu, yakin deh emang kamu nya aja lagi apes dapet orang yang kayak begitu.”

“Kalau gitu aku mau tutup buku aja ah… udah titik” ucapnya ketika tangisannya sudah reda.

“Yak bagus…!”

“Aku gak boleh lemah hanya karena masalah ini” ucap Daniella berapi-api.

“Yak betul. Hidup Daniella…. kuat, kuat, jangan lembek kalau disenggol orang.” ucap Mira memberikan semangat.

***

Dua minggu setelah itu,

“Mir, aku mau cari buku lagi ah…” ucap Daniella mantap pada Mira saat mereka sedang duduk menikmati Mie ayam di kantin sekolah.

” Ha?” respon Mira meminta agar ucapan sahabatnya itu diperjelas lagi.

“Iya, aku mau move on. Aku mau mengganti buku yang lama dengan yang baru, membuka lembaran baru hidup, kali aja sekalinya dapet langsung jadi jodoh” senyum Daniella merekah, seakan sudah mengerti dengan kalimat sahabatnya itu Mira hanya bisa mengangguk.

” Oh. Oke carilah…carilah buku yang kau mau.”

***

Dua minggu kemudian, hal yang sama terulang lagi.

“Sekarang karena siapa lagi? ” tanya Mira sementara Daniella masih larut dalam tangisannya.

“Bener kan, makhluk itu memang kejam.” dumelnya.

“Siapa? Apa dia bilang kamu ini perempuan baik juga? Apa dia bilang kamu terlalu sempurna juga?” Mira benar-benar geram, ingin sekali memaki orang yang telah membuat hati sahabatnya hancur seperti ini.

“Udah jangan nangis, sana cari buku baru lagi..” ucap Mira bermaksud ingin menghibur sahabatnya itu.

“Enggak ah, gak mau cari buku lagi. Cape tau” keluh Daniella dan kini air matanya sudah reda.

“Nah, akhirnya kamu sadar.”

Mira tersenyum mendengar kalimat yang diucapkan sahabatnya.

“Sadar? Maksudnya Mir?”

“Kamu sudah punya buku cantik “

Daniella bingung, dan menanyakan hal yang sama pada sahabatnya Mira.

“Aku udah punya buku ?”

“Iya, gak usah dicari-cari lagi. Kamu udah punya buku kok….cuma buku yang sekarang lagi kamu baca belum sampai di halaman mengenai jodoh, baru dihalaman mengenai rezeki, pendidikan dan  kesehatan. Jangan khawatir nanti pasti kamu sampai dihalaman itu kok.” ucap Mira. Daniella terdiam lalu menela’ah kembali kalimat sahabatnya itu. #thinksmart :)

*) Mahasiswa Bina Sarana Informatika

Jurusan Broadcasting

From → Cerpen

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: